Apakah Anda memiliki anak kecil dan ingin memberikan rasa puas berlari-lari di hamparan tanah hijau? Di saat yang bersamaan, Anda bisa menikmati pemandangan dan udara segar setiap harinya? Rumah ini memberikan inspirasi yang meneduhkan mata dan hati. Rumah ini juga cocok bagi pecinta anjing.






begitu mudah rasanya mencintai iyashi house karya pranala associates yang berlokasi di kawasan kota baru parahyangan, bandung. menciptakan ruang yang memahami bahwa alam adalah pemandangan yang tak pernah mengecewakan. iyashi berarti penyembuhan dalam bahasa jepang seperti menyuarakan maksud dari setiap perancangan.




pemandangan danau dan hamparan kebun luas yang mengelilingi hunian semakin melengkapi area hijau yang iyashi house miliki (53 persen dari luas tanah total). desain interior yang minim akan detail bagai menyerap keheningan kota dan mengistirahatkan mata dari dunia digital.



arsitektur bangunan yang nampak sederhana, namun nyatanya penuh tantangan dari segi konstruksi ini merespon alam dari segala elemen desainnya, seperti alur ruang, pengaturaan bukaan pintu dan jendela, serta pemilihan material yang tepat. “bentuk atap segitiga di area teras bawah dan balkon kamar utama mempunyai kantilever sepanjang 4 meter yang mencoba merangkul alam sekitar ke dalam bangunan,” papar erick pranala, principal dari pranala associates. 



pranala associates menggunakan tanaman sebagai bagian dari elemen arsitektur yang melebur indah tanpa rasa mendominasi, seperti eucalyptus pada bagian sayap kiri bangunan, eucalyptus rainbow di inner courtyard, dan pennisetum (alang-alang). sebelum masuk ke main entrance, penghuni dan para tamu akan melalui ramp yang dikelilingi oleh pennisetum sebagai pengantar nuansa alam yang akan ditemukan secara nyaman di rumah inti.






hunian seluas 462 meter persegi ini dirancang dan dipersiapkan bagi pasangan suami istri untuk menikmati masa pensiunnya nanti. kunjungan anak dan cucu yang kerap menghibur hati diwadahi oleh teras yang luas dan ruang keluarga yang jenjang. anyaman rotan asli menjadi statement yang ramah sekaligus mewah untuk menaungi serangkaian ruang di bawahnya.




pada saat masuk melalui pintu utama, penghuni akan disambut oleh taman kering, lalu ada kenaikan sekitar 45 sentimeter ke area teras. permainan level lantai dibuat sebagai bentuk satu kesatuan antara teras dan taman, serta multifungsi untuk tempat duduk. “kami merancangnya sebagai tempat duduk untuk orang tua sembari menikmati anak-anak bermain,” lanjut erick. hunian ini menggunakan beton ekspos, kayu ulin, dan batu andesit untuk dinding dan lantai.




“hampir semua area yang berhubungan dengan outdoor menggunakan beton ekspos dan kayu ulin. pemilihan material ini diharapkan bisa “tumbuh” bersama bangunan yang akan menua dengan baik atau aging gracefuly. kami merancang arsitektur yang low maintenance serta tidak akan pudar termakan waktu. salah satunya ceiling eksterior menggunakan material kayu ulin yang akan berubah warna seiring waktu dan membuatnya terlihat natural tanpa perlu perawatan di kemudian hari.”




Arsitek dan Desainer Interior oleh Pranala Associates
Sumber foto: Mario Wibowo