Selalu mengangkat kebudayaan Indonesia di setiap desainnya, pada awal November 2016 lalu, Levendig memperkenalkan 12 koleksi kursi kerja perdananya. Bertempat di La Moda, Plaza Indonesia, setiap desain kursi yang ditampilkan Levendig terinspirasi dari kebudayaan Jawa yaitu Proto Mongso.


Seri Pranoto Mongso ini merupakan sistem penanggalan zodiak Jawa yang kemudian setiap nama dari zodiak tersebut menjadi nama yang digunakan Levendig untuk kedua belas kursi kerja perdananya yang kemudian dipadukan Levendig dengan kain batik dari kota-kota besar di Jawa. Menggunakan material mahogani solid frame, organic latex, dan hingga premium leather untuk beberapa tipe. Kursi kerja ini tidak hanya memberikan kenyaman si pengguna tetapi juga memiliki filosofi yang baik yang dibawa dari nilai-nilai budaya Indonesia. Kedua belas kursi kerja ini dapat menjadi inspirasi untuk Anda yang ingin memberi sentuhan kebudayaan Jawa pada ruang kerja.





Baca juga, Kerja Jadi Nyaman, Ini Kriteria Kursi Kantor yang Baik


1. Kasa

Kursi kerja ini memiliki motif batik Kujang Kijang yang berasal dari Kota Bogor yang melambangkan arti kekokohan, sosok pemimpin yang hebat, mengayomi, dan melindungi


2. Karo

Berikutnya Batik Ceplok Grompol dari Yogyakarta yang mengandung arti semua harapan yang baik, mulai dari hidup penuh kerukuran, rezeki, kebahagiaan, dan ketekunan.




3. Kanem

Bernama batik Merak Ngibing, filosofi motif asal Garut ini terinspirasi dari keindahaan burung merak yang melambangkan makna alam dan kedamaian.



4.Kawolu

Motif batik Banyumas ini berasal dari Purwekorto yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan apa adanya



5. Kapitu

Selanjutnya, batik yang melambangkan doa dan harapan ini berasal dari kota Solo yang bernama Babon angrem Riringan.


6. Katelu

Terinspirasi dari daun Carica, batik ini berasal dari kota Wonosobo yang melambangan arti harapan untuk seorang pemimpin yang bijaksana.




7. Kapat

Batik yang berasal dari kota Bandung ini bernama Jalak Harupat. Dalam bahasa Sunda Jalak Harupat mengandung makna Ayam Jantan. Sehingga mencerminkan sifat yang pemberani dan kuat.


8. Kalima

Setiap manusia harus mampu meredam segala bentuk emosi dan amarah dalam situasi apapun, filosofi tersebutlah yang terkandung pada batik Mega Mendung asal Cirebon.


9. Kasadasa

Motif batik Asem Tugu Muda ini menggambarkan Tugu Muda di Semarang untuk menghormati jasa para pahlawan.


10. Desta

Batik Ikan Sura dan Buaya asal kota Surabaya ini mencerminkan filosofi kehidupan dua perjuangan hidup antara darat dan laut.


11. Saddha

Ternyata ibukota Indonesia, DKI Jakarta memiliki batik yang bernama Batik Ciliwung Marunda. Batik ini melambangkan peradaban manusia yang mulai berkembang ditepian Sungai Ciliwung, sehingga melambangkan simbol rezeki yang terus mengalir seperti aliran air.



12. Kasanga

Berasal dari kota Malang, batik Tugu Malang ini meintrepertasikan kekuasaan wilayah sebagai wujud keperkasaan dan ketegaran.



Sumber foto: Levendig