Selain terkenal dengan karya-karyanya di Indonesia, 9 arsitek dan desainer interior asal Indonesia ini juga sukses hingga kancah internasional. Kesembilan tokoh ini memiliki ceritanya masing-masing, mulai dari membawa karya hingga terdengar ke luar negeri, mendirikan projek di berbagai negara, hingga memang telah sukses di luar negeri namun tetap membawa nama baik Indonesia.


1. Lea Aziz

Selain berprofesi sebagai desainer interior, dosen, pembicara, dan pendiri biro desain interior bernama PT. Elenbee Dwi Panata, Lea Aziz terkenal dengan karirnya sebagai Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII).



Ia telah menyaksikan perjalanan industri desain selama 3 dekade dan dengan bangga ia menyampaikan posisi para desainer interior sekarang sudah diakui, hingga sampai terpilih menjadi staff ahli di proyek-proyek MRT atau pun bandara.

Lea sering diundang sebagai pembicara di seminar luar negeri, seperti International Gathering of Designers di Cangzha, Tiongkok yang membahas tentang desain bandara di Indonesia.

Instagram: @lea_a_ziz


profil lea aziz


2. Budi Pradono

Telah menjadi arsitek dan kurator ternama di dunia, Budi Pradono berpendapat bahwa untuk menjadi desainer dan arsitek di masyakarat modern, perlu sebuah passion dan keinginan untuk belajar tentang banyak hal.

Berpartisipasi dan mengunjungi pameran seni dan desain di mancanegara bisa menjadi masukan yang sangat baik dan sering ia bagikan ke seminar-seminar penting di Indonesia maupun luar negeri.


Pendiri biro arsitek bernama Budi Pradono Architects ini telah menerima berbagai penghargaan, salah satunya adalah meraih penghargaan dari Arcacia dalam acara Arcasia Award for Architecture (AAA) 2016 untuk kategori residensial.

Instagram: @budipradono


profil budi pradono


3. Irma Hardjakusumah

Irma Hardjakusumah merancang Governor's Ball Oscar ke-87 dengan tema Hollywood tempo dulu dari era 1920 hingga 1940 di Hollywood & Highland Center, Los Angeles.

Ingin menekuni lebih dalam tentang industri desain, wanita lulusan sarjana arsitektur di Universitas Indonesia ini melanjutkan studi ke jurusan seni dan desain di University of California, Los Angeles, serta Art Center College of Design, California.


Irma dipercaya untuk merancang perhelatan pesta Emmy Award 2013 dan Governor's Ball Oscar 2015 berkat talenta dan ambisinya di Ethos Design, biro konsultan desain miliknya yang berdiri sejak tahun 2011. Dalam pengerjaan proyek Governor's Ball Oscar 2015, Irma dibantu oleh seorang produser asal California, Cheryl Cecchetto.

Instagram: @ihardjakusumah


profil Irma Hardjakusumah


4. Max Gunawan

Setelah besar di Indonesia dan menamatkan pendidikannya, Max memperoleh kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan desain besar di San Fransisco.

Hingga di satu titik pada tahun 2012 ia mengambil keputusan untuk mendalami dan menekuni desain produk. Max terkenal akan produk lampu multifungsi yang dinamainya Lumio.


Pria yang telah menetap di Amerika Serikat selama tidak kurang dari 16 tahun ini pernah mengungkapkan, "Kesuksesan bukanlah konsep yang statis. Kesuksesan hanya sementara. Hanya karena kamu sukses, kamu tidak boleh kehilangan misi untuk masa depan."

Instagram: @maxtimeout



profil Max Gunawan


Baca juga: 16 Macam Arsitektur Rumah Paling Populer dan Sejarahnya


5. Revano Satria

Pertama kali kami mendengar nama Revano Satria dari MSSM Associates. Bersama dengan Pavlos Schizas dari Siprus, Mohammed Makki dari Kuwait, dan Michel Moukarzel dari Libanon yang semuanya adalah lulusan Architectural Association School of Architecture, Inggris, merasa memiliki sebuah kesamaan dalam menciptakan karya arsitektur.

Keempatnya memproyekasikan bahwa arsitektur yang diciptakan saat ini harus tampil menakjubkan dan visioner. Melalui kesamaan visi, empat arsitek muda ini kemudian mendirikan MSSM Associates pada tahun 2010 di London.




Perusahaan arsitektural internasional ini mengkhususkan diri pada teknik desain arsitektur dalam tingkat yang lebih jauh dan mendalam. Revano kini juga telah memiliki biro arsitek sendiri bernama  Revastudio.

Instagram: @revanosatria


profil Revano Satria


6. Daliana Suryawinata

Daliana Suryawinata adalah salah satu pendiri SHAU Indonesia (Studio for Hope in Architecture and Urbanism) yang dibentuk pada tahun 2008 di Rotterdam dan Munich. SHAU banyak mengerjakan proyek-proyek urban dan arsitektur yang bermanfaat dalammemberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.


Berangkat dari ide-ide konseptual mengenai Perumahan Rakyat atau Social Housing dalam bentuk revitalisasi rumah susun, SHAU berintegrasi dengan Dinas Perumahan, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Perhubungan, dalam mencetuskan proyek Kampung Vertikal.

Proyek tematik ini merupakan upaya pelestarian dan penghidupan kembali suasana dalam model ikatan sosial ‘kampung’.

Instagram: @shauarchitects


profil Daliana Suryawinata


7. Rubi Roesli

Memberikan wadah kreasi dan ilmu kepada masyarakat menjadi perhatian utamanya, mulai dari membina Rumah Musik Harry Roesli untuk anak jalanan hingga mendirikan Biroe Architecture & Interior (2009) yang memperkerjakan pekerja dari pedalaman.

Bersama Miranti Gumayana dan Dani Hermawan, ia mendedikasikan waktu dan ilmunya untuk mendirikan Pavilion Indonesia di World Expo Milano 2015.

Instagram: @rubiroesli


profil Rubi Roesli


8. Abie Abdillah

Setiap tahun, pendiri Studio Hiji yang berprofesi sebagai desainer produk ini berangkat ke berbagai perhelatan desain global atas nama bangsa Indonesia.

Terlibat di Maison & Objet Asia 2015 sebagai salah satu dari enam nama Rising Asian Talents, Abie pernah terpilih meraih penghargaan Innovative Craft Award 2015: ASEAN Selection yang diselenggarakan oleh The Support Arts and Craft International Center of Thailand (SACICT).


Setelah menjadi finalis di CASA Design Challenge 2013 dan berpameran di CASA Indonesia 2015, salah satu karyanya bernama Lukis Armchair dilirik oleh Giulio Cappellini (Art Director untuk Cappellini dan Istituto Marangoni Design School, Italia) dan dibawa ke Milan dan New York.

Instagram: @abie_a

profil Abie Abdillah


9. Harsono Enggalhardjo

Harsono Enggahardjo adalah salah satu pendiri perusahaan furnitur lokal, bernama Saniharto. Mendedikasikan karyanya di dunia furnitur premium, serangkaian koleksi Saniharto telah menyentuh berbagai hotel dan ruang publik high end di Indonesia selama belasan tahun.


Selain itu, hotel-hotel bertaraf internasional seperti Shangri-La, St. Regis, Four Season, dan Ritz Carlton juga telah mengambil bagian dari sejarah perjalanan Saniharto. Dengan daftar klien yang berada di jajaran kelas dunia, Saniharto membuktikan bahwa karya dan produksi Indonesia bisa berkompetisi dengan sangat baik di kancah internasional.

Instagram: @saniharto

profil Harsono Enggalhardjo


Foto oleh Wantek Siswanto, Oki, Irma Hardjakusumah, Max Gunawan, Prastia Putra, Daliana Suryawinata, Rinal Wiratama, Hanafi, Saniharto