Karya-karya arsitektur yang mutakhir dan mencengangkan tiada henti diberitakan. Salah satu benang merah dari karya tersebut adalah lokasinya yang berada di negeri Tiongkok.


Beragam karya dengan wujud berskala besar dan tampilan fisik out of the box semakin marak menggandrungi dunia arsitektur di sisi timur ini. Namun tak hanya menyimpan karya arsitektur yang luar biasa, Tiongkok turut menelurkan berbagai arsitek legendaris serta patut untuk diperhitungkan dalam beberapa waktu kedepan.




Siapa sajakah sosok arsitek asal Tiongkok yang memiliki karier serta karya menakjubkan? Simak ulasannya dalam daftar berikut ini.


1. I.M. Pei 

Bagi praktisi di bidang arsitektur, nama I.M. Pei sudah tak asing lagi dan disinyalir sebagai arsitek asal Tiongkok yang paling terkenal di dunia.


I.M. Pei / Committee100

I.M. Pei / Committee100


Publik mengenal beliau melalui karya legendarisnya yaitu piramida di Museum Louvre, Paris. Peraih Pritzker Prize ini dikenal menghabiskan sebagian besar hidup serta kariernya di Amerika Serikat. Namun, alumni dari MIT dan Harvard ini sebenarnya lahir dan dibesarkan di Guangzhou, Tiongkok.


Le Grande Louvre / Rory Hyde

Le Grande Louvre / Rory Hyde


Museum of Islamic Art Doha / archdaily

Museum of Islamic Art Doha / archdaily


Baca juga, Arsitek I.M. Pei Tutup Usia, Ini 10 Karya Terbaiknya!


2. Wang Shu

Arsitek berbasis di Hangzhou, Tiongkok ini pernah berujar bahwa Tiongkok merupakan lahan konstruksi terbesar di dunia. Namun mayoritas material yang digunakan adalah semen dan metal. Maka dari itu, ia bertekad untuk menyemarakkan metode tradisional dalam konstruksi modern.


Wang Shu dan Lu Wenyu / Dezeen

Wang Shu dan Lu Wenyu / Dezeen


Bersama karya ikonisnya, yaitu China Academy of Art Xiangshan Central Campus, arsitek yang mempelopori Amateur Architecture Studio ini berhasil memukai para juri hingga menghantarkan gelar Pritzker Prize baginya pada tahun 2012.


Wang Shu di depan bangunan China Academy of Art Xiangshan Central Campus / Reuters

Wang Shu di depan bangunan China Academy of Art Xiangshan Central Campus / Reuters


Ningbo Historic Museum / Wang Shu / Amateur Architecture Studio

Ningbo Historic Museum / Wang Shu / Amateur Architecture Studio


Baca juga, Transformasi 5 Kota Megah Tiongkok


3. Zhang Ke

Meraih penghargaan dalam ajang Aga Khan Award serta medal Alvar Aalto merupakan pencapaian yang dimiliki arsitek bernama Zhang Ke.


Zhang Ke / Nonagon Style

Zhang Ke / Nonagon Style


Konsep adaptive reuse merupakan signature dalam ciptaan arsitek yang memprakarsai ZAO/Standardarchitecture. Proyek Cha’er Children’s Library and Art Center merupakan salah satu dari sekian karya ikonis dari arsitek yang tercatat sebagai alumni dari Tsinghua University dan Harvard’s Graduate School of Design.


Cha’er Children’s Library and Art Center meraih 2016 Aga Khan Award for Architecture / ZAO/Standardarchitecture



Cha’er Children’s Library and Art Center meraih 2016 Aga Khan Award for Architecture / ZAO/Standardarchitecture


interior dari Cha’er Children’s Library and Art Center / ZAO/Standardarchitecture

interior dari Cha’er Children’s Library and Art Center / ZAO/Standardarchitecture



Baca juga, CIFF 2019: Trendsetter Dunia Desain di Negeri Tiongkok



4. Ma Yansong

Berbekal pengalaman bekerja di bawah asuhan Peter Eisenman dan Zaha Hadid, arsitek Ma Yansong memutuskan untuk mendirikan MAD Architects pada tahun 2004.


Ma Yansong / MAD Architects

Ma Yansong / MAD Architects


Dalam praktiknya, arsitek ini kerap menyilangkan bentuk organik yang terinspirasi dari alam dengan teknologi sehingga mencetuskan karya yang futuristik. Ini pula yang menghantarkannya dalam menciptakan Living Garden Pavilion di Beijing dan membuat publik menantikan selesainya karya terbesar yang pernah ia garap, yaitu Nanjing Zendai Himalayas Center.


Living Garden Pavilion oleh MAD Architects / Chunhui Zhao

Living Garden Pavilion oleh MAD Architects / Chunhui Zhao


Nanjing Zendai Himayalas Center / MAD Architects

Nanjing Zendai Himayalas Center / MAD Architects



Baca juga, Tempat Bermain dan Belajar, The Pinch Library



5. Atelier Deshaus

Berdiri sejak tahun 2001 di kota Shanghai, Tiongkok, Atelier Deshaus merupakan firma arsitektur yang diprakarsai oleh Liu Yichun dan Chen Yifeng.



Liu Yichun / Atelier Deshaus


Tak hanya berkiprah di dunia akademis, kedua founder ini terus mengekplorasi esensi utama dalam perancangan arsitektur. Tercatat karya ikonisnya yang mengadaptasi konsep brutalis, yaitu Long Museum West Bund di Shanghai serta proyek yang mengangkat etik serta nilai poetik dari kehidupan tradisional pada restoran bernama Tea House in Li Garden.


Long Museum West Bund / Shengliang Su

Long Museum West Bund / Shengliang Su


Tea House in Li Garden / Fangfang Tian

Tea House in Li Garden / Fangfang Tian



Foto teaser: China Academy of Art Xiangshan Central Campus didesain oleh Wang Shu / Clement Guillaume