Anda pasti suka bila pelesir ke Bali dan staycation di vila yang nyaman dan serba terbuka. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, ternyata kita pun bisa membangun rumah sendiri dengan gaya vila yang sering kita temui saat traveling ke Bali. Tapi, ternyata ada beberapa tips yang harus kita pahami terlebih dulu sehingga perbincangan kita dengan arsitek atau desainer interior menjadi sejalan. Berikut adalah beberapa tips dari CASA Indonesia bila Anda ingin membangun rumah dengan gaya vila!


Open Space

Pertama, kita harus memahami bahwa rata-rata konsep arsitektur vila di Bali menerapkan prinsip bangunan tropis. Ya, itu semua karena memang Indonesia memiliki iklim tropis dengan cahaya Matahari sepanjang tahun, musim hujan, dan kelembapan tinggi. Dengan penerapan open space atau banyak bukaan ruang, cahaya alami dan sirkulasi udara dapat mengalir sempurna. Tujuannya adalah supaya udara di dalam rumah tetap segar, tidak panas, tidak lembap, sampai irit listrik karena pemakaian AC dan lampu di siang hari dapat dibatasi.
Tapi, sekali lagi perhatikan faktor-faktor lain sebelum kita menerapkan banyak bukaan lebar tersebut. Arah rumah dan faktor keamanan adalah hal yang harus diperhatikan dan bisa dibicarakan bersama arsitek saat kita akan membangun rumah impian.




Desain rumah bergaya vila dengan lahan 220 m² (Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)


Layout Ruangan

Walaupun tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, bukan halangan untuk memiliki rumah dengan gaya vila. Bahkan dengan luasan 100 – 200 m2 saja plunge pool atau private pool tetap bisa dibuat layaknya sebuah vila di Bali. Selain itu, dengan penerapan konsep open space atau banyak bukaan ruang, biasanya arsitek akan merancang layout ruangan yang saling terintegrasi tanpa mengurangi nilai privasi antar penghuni. Umumnya layout ruangan yang akan terintegrasi adalah area dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan terkoneksi langsung dengan area outdoor di dalam rumah.

Untuk rumah bergaya vila dapat menerapkan konsep open space dengan ruang yang saling terintegrasi (Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)


(Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)

Namun, perhatikan juga jumlah penghuni dan kebiasaan antar penghuni sehingga penerapan tata ruang di dalam rumah tidak menghambat ruang gerak penghuni. Misalnya bila ada orang tua atau jumlah anak, maka tanyakan solusi terbaik tata ruang di dalam rumah dengan arsitek walaupun menerapkan konsep open space.


Tata Cahaya

Selain banyak bukaan ruang yang membuat terlihat cerah, perhatikan mengenai tata cahaya di dalam rumah. Vila-vila di Bali biasanya menggunakan nuansa cahaya kekuningan atau temaram untuk membangkitkan mood relaksasi yang optimal. Anda bisa saja menerapkan hal yang sama karena fungsi rumah memang sebagai tempat Anda beristirahat.

Hunian bergaya vila akan semakin cantik dengan lampu berwarna kuning dan temaram (Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)



(Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)

Konsultasikan mengenai penempatan spot untuk lampu baik yang jenis dim light, downlight, hingga stripes light. Jangan khawatir mengenai listrik, karena jenis-jenis bohlam saat ini sudah hadir dengan jenis LED yang sangat hemat listrik. Selain itu, banyak juga jenis lampu yang sudah menggunakan teknologi smart home dengan harga terjangkau sehingga Anda dapat mengatur penggunaannya dalam satu gawai.


Pemilihan Furnitur

Satu hal yang tidak boleh dilupakan saat mendesain rumah bergaya vila adalah furniturnya. Ya, furnitur merupakan elemen interior yang sangat memengaruhi nuansa dalam rumah. Untuk area-area penting seperti ruang keluarga misalnya, pilihlah rangkaian furnitur yang memiliki desain sederhana dan sarat fungsi. Memilih furnitur memang selalu menjadi hal yang memusingkan saat mulai mengisi rumah, tapi Anda bisa mencari inspirasi-inspirasinya dari laman digital yang banyak tersedia. Untuk pembelian pun kini semakin mudah karena banyak juga tersedia pembelian secara online. Just sit back and relax!


Untuk furnitur dan warna huian, pilihlah warna-warna yang senada dan memiliki desain yang simpel (Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)


Selain itu, pemilihan warna furnitur juga bisa menjadi pembicaraan yang menarik bersama desainer interior. Anda boleh memilih tema warna yang seragam atau monokrom, atau memberi nuansa eklektik dengan permainan warna di beberapa jenis furnitur.


Warna dan Material

Membuat hunian bergaya vila tentu tidak lepas dari permainan warna dan material di dalam rumah. Tapi, ini semua kembali kepada dana yang dimiliki. Warna-warna yang segar dan bernuansa alam seperti putih, beige atau kecokelatan, biru muda, abu-abu atau campuran hitam dan abu-abu bisa menjadi ragam pilihan warna untuk hunian bergaya vila.

Walaupun luasannya tidak seberapa, namun masih punya kolam renang pribadi lho! (Foto: Daniel Santo/ gruta.arquitetos/ Archdaily)

Sementara untuk material, tidak selalu hunian bergaya vila mengaplikasikan material serba kayu. Anda bisa mengakalinya dengan memilih material HPL yang senada. Sedangkan untuk lantai, pilihlah jenis tile yang homogen atau seragam, boleh berukuran slab, menggunakan parquet juga bisa menjadi alternative, jenis terrazzo, atau cukup material concrete yang dihaluskan sehingga menimbulkan kesan modern dan mudah untuk perawatan.


Untuk Biaya?

Faktor biaya terkadang menjadi isu yang selalu ditakutkan pemilik rumah saat ingin membuat hunian idaman. Tapi, jangan dulu khawatir bila membuat rumah bergaya vila itu pasti membuat kantung menjerit. Anda boleh bertanya kanan-kiri untuk memprediksikan berapa kira-kira biaya untuk membuat rumah yang diinginkan. Intinya, jangan malu bertanya dan cari tahu sendiri!
Kini banyak alternatif untuk membuat rumah, dari material sampai furnitur semuanya dapat disesuaikan dengan dana Anda tapi tetap dengan hasil yang maksimal. Untuk pembuatan kolam renang misalnya, pasti akan ada biaya lebih untuk listrik dan pemeliharaan, Anda bisa menggantinya dengan kolam ikan dengan desain minimalis sehingga suasana segar tetap dapat terasa di dalam rumah.


Bagaimana, ingin cepat-cepat bangun rumah seperti vila di Bali? Semoga tips CASA Indonesia kali ini bermanfaat ya!