Dipandang sebagai salah satu pameran desain yang paling diperhitungkan di dunia, Maison Objet (MO) Paris menetapkan sebuah tema yang merangkul luasnya kreativitas desain tanpa batas. Wild, mengasosiasikan sebuah nuansa kebebasan karena bersifat alami. Setiap tahun, MO Paris diadakan dua kali dalam setahun di ibukota Prancis ini.




Bulan Januari dan September memiliki tema yang berbeda setiap tahun. Januari lalu,  ditangani oleh seniman Françoise Bernard, zona Inspirations Space kali ini mengetengahkan berbagai pengaruh desain yang berasal dari alam. Bernard merancang tiga bagian yang menggugah rasa: hutan, kota yang direvitalisasi dengan tumbuhan dan suasana roh alam. Lay out skenogafis ini dapat dirasakan pengunjung saat memasuki lorong yang disirami lampu seperti suasana di dalam hutan, gua dan padang rumput secara puitis. Keunikan sensasi pengalaman pengunjung juga dilanjutkan dengan hidangan karya food designer Marc Bretillot di cabin bar. Di antaranya adalah hidangan unik berupa akar yang manis direndam gula tebu muscovado tersaji pada mangkuk-mangkuk mungil.

Tahun 2016, MO juga menetapkan 3 nama Designer of The Year: Eugeni Quitlett (MO Paris), Andre Fu (MO Asia) dan Rafael de Cárdenas (MO Americas). Eugeni Quitlett asal Spanyol memiliki kisah sukses yang unik. Ciri khas karyanya serba bebas, menjunjung material tekologi baru seraya meniupkan rasa dan syair puisi. Dominasi kesan futuristik terlihat dalam produk karya Quitlett, sebagai contoh Shine vases untuk Kartell yang mengolah plastik seperti material mahal. Peralatan makan cutlery L'ame dari Christofle mengasosiasikan kerajinan perak klasik yang diolah secara modern. Ia juga merancang perangkat gadget seperti Ona bluetooth speaker dari Lezon di samping perabot macam Stone Chair untuk Habitat dan Tube Chair untuk Mobles 14.

Khusus untuk MO Paris 2016, Quitlett merancang Eva fire vase dari aluminium sebuah tempat lilin dan dupa dalam tiga warna yang diproduksi Designerbox.

Pada zona Talents à la Carte, pengunjung dapat melihat keunikan kelompok desainer dalam peta skema desain Skandinavia. Seperti diketahui, negara-negara Skandinavia terkenal dengan desain produk yang serba tak terduga baik dari bentuk dan material, penekanan pekerjaan tangan, seni dan ekologi. Tiga di antaranya adalah Studio Kneip, terinspirasi oleh alam dan kerajinan tangan,  mengumpulkan potongan sisa kayu-kayu dari hutan mencampurnya dengan tembaga, menghasilkan kreasi paduan perabot dan benda-benda seni. Kjartan Oskarsson merancang Halo, lampu cerdas yang dapat digantung dan diadaptasi dengan tali kulit sesuaikan kebutuhan penggunanya. Jonas Edvard merancang desain organik berkonsep dekor dan ekologi, misalnya dari kertas dicampur lumut dari pantai Denmark sebagai materi pembuatan kursi dan lampu.untuk koleksi Terroir.

Hal penting lainnya yang mendapat perhatian pengunjung adalah zona yang menampilkan produk karya desainer Jepang di MO Paris. Arita  merupakan brand yang memproduksi keramik dan porselen paduan seni, kehidupan sehari-hari serta fungsional. Dalam pameran ini, dipamerkan proyek istimewa yang disebut Arita 400 Project. Angka 400 mengindikasikan peringatan 400 tahun perusahaan Arita berkontribusi bagi dunia porselen di Jepang.

Di bawah payung brand ini terdapat sejumlah brand lain yang mengkhususkan pada produksi porselen  seperti 224Porcelain, Arita Porcelain Lab, Riso Porcelain, Hataman, Kihara, Kamachi-Toho, Gen-Emon dan Fukagawa-Seiji. Sedangkan produksi perabotan disajikan oleh Bunaco menampilkan stool, lampu, dan aksesori interior yang umumnya menggunakan material kayu diolah oleh sejumlah artisan. Dan secara khusus, untuk merayakan keberhasilannya, Arita menggandeng empat tokoh perancang Jepang untuk membuat Four Creations. Mereka adalah direktur Arita Takeshi Kitano, arsitek Kengo Kuma, desainer industrial Ken Okuyama, dan perancang Kashiwa Sato.



Dari Prancis sendiri, desainer Gael Manes, pendiri Minimalist Editions, brand penghasil desain perabot yang mendedikasikan dirinya untuk eco-design dalam pengembangan produk lokal. Manes bukan hanya seorang desainer, namun juga pengusaha sukses yang memperkenalkan perusahaan lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas di luar Prancis. Kerloas sofa adalah salah satu produk andalan Minimalist Editions mengambil ide bentuk batu menhir. Merger dengan Ateliers DLB, perusahaan spesialis perajin kayu dan restorasi peninggalan masa lalu melahirkan denyut baru yang berbeda.

Phillipe Brocart, Managing Director mengatakan pertukaran platform dan keterbukaan kepada dunia dengan pameran yang berkelanjutan di Paris, Singapura dan Miami akan menstimulasi berbagai pertemuan dalam komunitas desainer dan industrinya. Lewat ajang MO inilah persilangan yang ramai tentang lintas ide, konsep dan gagasan baru untuk mengembangkan bisnis ke skala lebih besar. 


Foto: Dok. Maison Objet Paris & Arita 400 Project