Digitalisasi kini sudah menjadi bagian yang sangat rekat dengan dunia kreatif. Salah satunya adalah dalam dunia arsitektur. Beragam arsitek dan desainer interior kini kian mengeksplorasi penerapan digitalisasi dalam proses desainnya. 


Baca juga, 10 Gadget yang Akan Membuat Hidup Anda Menjadi Mudah




Hal ini menggelitik Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI) untuk mengolah lebih lanjut topik mengenai digitalisasi dalam dunia arsitektur. Selain itu, ini juga menjadi bagian dari tugas Departemen Arsitektur UI sebagai Pusat Unggulan Ekonomi Kreatif (PU Ekraf) Sub Sektor Arsitektur yang ditunjuk oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).


Oleh karena itu, dalam naungan program kegiatan BEKRAF Creative Labs (BCL) 2018, Departemen Arsitektur UI menyelenggarakan serangkaian workshop, seminar, dan pameran yang bertajuk Indonesia Creative Digital Architecture.


Pengunjung pameran Indonesia Creative Digital Architecture / UI-BEKRAF Creative Labs

Pengunjung pameran Indonesia Creative Digital Architecture / UI-BEKRAF Creative Labs


Mengacu kepada dua topik utama, yaitu design scripting dan parametric design, acara ini menargetkan para arsitek muda dan mahasiswa arsitektur agar terus meningkatkan keterampilan dan daya saing dalam dunia kreatif global.


Baca juga, Inside 2018: Rayakan Satu Dekade Arsitektur Interior UI



Dimulai dengan workshop yang diselenggarakan di Eks Monod Diephuis, Semarang pada 24 dan 25 Agustus 2018, rangkaian acara Indonesia Creative Digital Architecture pun dimulai. Bersama dengan 120 partisipan, pelatihan selama dua hari ini mengajarkan tentang Design Scripting Fundamentals dan Exploration in Parametric Design.



Selanjutnya, berbagai topik menarik diperbincangkan dalam acara seminar dan pameran yang diadakan pada 29 dan 30 September 2018 di Block71, Jakarta. Pada hari pertama, topik Optimizing Architecture with Digital Technology menjadi perbincangan dari tiga pembicara, yaitu Rika Sjoekri dari Noesis, Erick Budhi Yulianto dari BE Studio, dan Anggie Amalia dari MNC Land.




Anggie Amalia, Rika Sjoekri, dan Erick Budhi Yulianto / UI-Bekraf Creative Labs

Anggie Amalia, Rika Sjoekri, dan Erick Budhi Yulianto / UI-Bekraf Creative Labs


Salah satu pembicara, yaitu Rika Sjoekri menjelaskan bahwa beberapa tahap perancangan menjadi lebih efisien dengan menerapkan Building Information Modelling (BIM). Di antaranya adalah pengumpulan data tapak, studi massa model, pengarsipan, dan masih banyak lagi.


Rika Sjoekri menerangkan Building Information Modelling for Managing Delivery Standard / UI-Bekraf Creative Lab

Rika Sjoekri menerangkan Building Information Modelling for Managing Delivery Standard / UI-Bekraf Creative Lab


Seminar dilanjutkan pada hari kedua dengan tema besar, yaitu Current Practice of Digital Architecture. Dalam kesempatan ini, Rekhaza Panji Riawan dan Erick Young dari Spindonesia, Mikhael Johanes (UI) dan Azan Subhie (Natural Architecture Workshop), Aswin Indraprastha dari Institut Teknologi Bandung, serta Prof. Yandi Andri Yatmo dari UI turut hadir sebagai pembicara.


Rekhaza Panji Irawan menjelaskan 360° Spatial Visualization / UI-Bekraf Creative Labs

Rekhaza Panji Irawan menjelaskan 360° Spatial Visualization / UI-Bekraf Creative Labs


Bersamaan dengan perhelatan ini, terdapat pameran yang menampilkan riset arsitektur dan kesehatan. Kedua topik tersebut dihadirkan melalui visualisasi, simulasi, serta analisis secara digital. Tak hanya itu saja, proyek desain dari beragam biro arsitek dan desain turut ditampilkan bersama dengan eksplorasi algorithmic design oleh mahasiswa dalam naungan Code Camp DAUI, produk tiga dimensi, serta presentasi desain dengan menggunakan VR (Virtual Reality).



Pameran dalam Indonesia Creative Digital Architecture / UI-Bekraf Creative Labs


Foto teaser: Dok. UI-Bekraf Creative Labs
Dok. UI-Bekraf Creative Labs