Sebagai seorang seniman, Maja Petric memilih untuk menghadirkan karya-karya yang dapat beresonansi bahkan berkomunikasi kepada setiap orang yang menikmatinya. Selama 20 tahun lamanya ia bereksplorasi untuk terus dapat menghadirkan pengalaman manusia ke dalam karya seninya menggunakan medium cahaya.


Resonansi Hubungan Manusia dan Cahaya karya Maja Petric




Kini, seniman asal Kroasia tersebut mempersembahkan instalasi seni bernama We Are All Made of Light yang pertama kali dipamerkan di MadArt Studio di Seattle.


Baca juga: Menghias Jalanan Portugal Dengan Cross-Stitch


Resonansi Hubungan Manusia dan Cahaya karya Maja Petric


Menurut sang seniman, ia berharap karyanya tidak hanya berfungsi sebagai awareness, namun juga dapat menjadi pengingat bagi setiap orang bahwa setiap hal yang dilakukan memiliki dampak yang tertinggal, terutama antara sesama manusia. Maja pun menginginkan agar setiap orang bisa untuk memulai mengerti satu sama lain, karena jejak-jejak yang tertinggal akan tersimpan di dalam memori seseorang.

Sama halnya dengan apa yang dirinya coba perlihatkan melalui instalasi yang merespon apa yang dilakukan oleh penikmatnya tersebut.




Resonansi Hubungan Manusia dan Cahaya karya Maja Petric


Pada proyek ini, Maja bekerja sama dengan seorang ahli di bidang ilmu komputer, Mihai Jalobeanu. Mereka berdua merancang sebuah AI yang dapat mengenali gerak tubuh dan merekam siluet dari para pengunjung yang diproyeksikan kembali menggunakan rangkaian lampu yang telah disusun. Proyeksi cahaya tersebut akan memunculkan siluet-siluet manusia yang akan menyesuaikan dengan mood serta lingkungan sekitar area pameran.


Baca juga: Tidak Sempat ke IdeaFest 2019? Ini Resume Menariknya


Resonansi Hubungan Manusia dan Cahaya karya Maja Petric


Agar menghadirkan nuansa yang lebih dramatis, Maja Petric juga memilih Marcin Paczkowski sebagai installation engineer yang juga telah mempersiapkan komposisi spatial sound sebagai pelengkap.


Sumber foto: dok. Maja Petric