Semasa hidupnya, Zaha Hadid tak pernah berhenti untuk berinovasi dalam menyempurnakan rancangan arsitekturnya melalui pendekatan yang revolusioner.




Baca juga: Inilah Rumah Satu-Satunya Rancangan Zaha Hadid


Kini, arsitek yang mendapatkan gelar Order of British Empire sebagai bentuk kontribusinya dalam dunia arsitektur untuk Inggris ini meninggalkan banyak bangunan dengan desain revolusioner. Bahkan The Guardian memberinya julukan “Queen of Curve” berkat rancangannya yang memberi perspektif baru dalam arsitektur geometris.




Baca juga: Eksklusif! Museum Louis Vuitton Karya Frank Gehry


Dilansir dari Dezeen, warisan-warisan arsitektur yang ditinggalkan oleh Zaha Hadid dirancang kembali dalam bentuk karpet oleh firma desain miliknya, Zaha Hadid Design. Terdapat 22 desain karpet, termasuk proyek Maxxi National Museum di Italia dan Nanjing International Youth Cultural Centre di Tiongkok yang dikerjakan secara manual.




Karpet-karpet tersebut diproduksi di bawah manufaktur bernama Royal Thai. Koleksi karpetnya diberi tajuk RE/Form yang diambil dari konsep desain yang memperlihatkan rekonfigurasi dan transformasi yang hadir melalui garis-garis yang terkesan fleksibel serta sentuhan futuristis pada setiap karya Zaha Hadid.


Foto: dok. Zaha Hadid