Tiga seniman kawakan bersatu dalam pameran terbaru dari Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN). Seniman tersebut adalah Arahmaiani asal Indonesia dengan pameran bertajuk Masa Lalu Belumlah Berlalu, Lee Mingwei asal Taiwan dengan tujuh proyek seninya dalam Seven Stories, dan On Kawara asal Jepang yang menghadirkan pembacaan karya One Million Years.


Baca juga, Museum MACAN:Tempat Terbaik di Dunia versi Majalah Time




Lee Mingwei dan Arahmaiani bersama Aaron Seeto selaku Direktur Museum MACAN / Museum MACAN

Lee Mingwei dan Arahmaiani bersama Aaron Seeto selaku Direktur Museum MACAN / Museum MACAN


Tanggal 17 November 2018 menandakan hari pertama pembukaan ketiga pameran tersebut untuk publik. Hingga tanggal 10 Maret 2019 nanti, pengunjung dapat menikmati beragam tipe karya seni, acara, serta pertunjukan menarik yang sayang untuk dilewatkan.




Berbeda dari pameran-pameran sebelumnya, ketiga seniman menghadirkan beragam karya yang turut mengundang pengunjung untuk berpartisipasi dalam karya mereka.


Wedding Party (2004) oleh Arahmaiani / CASA Indonesia

Wedding Party (2004) oleh Arahmaiani / CASA Indonesia


Untuk mengoptimalkan kunjungan Anda ke Museum MACAN, simak info akan hal-hal yang wajib dilakukan saat bertandang ke museum seni ini.


1. Video seni pertunjukan oleh Armaiani

Berlatar belakang seniman, penulis, dan aktivis membuat karya-karya Arahmaiani kaya akan nilai sejarah, filsafah, isu sosial dan politik. Serangkaian video pertunjukan oleh Arahmaiani sejak tahun 1990-an patut disimak saat berkunjung ke pameran.


Pengunjung menonton video pertunjukan seni oleh Arahmaiani / CASA Indonesia

Pengunjung menonton video pertunjukan seni oleh Arahmaiani / CASA Indonesia


2. Pertunjukan karya Our Labyrinth dan Sonic Blossom

Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan dua performance art dari proyek seni yang diciptakan oleh Lee Mingwei. Pengunjung akan disuguhi tarian dalam karya Our Labyrinth serta nyanyian pada karya Sonic Blossom dua kali dalam seminggu.

Pada Our Labyrinth pengunjung akan menemukan seorang penari yang akan menyapu gabah padi dalam pola tertentu secara perlahan selama kurang lebih satu setengah jam.


Our Labyrinth (2015 - 2018) oleh Lee Mingwei / Museum MACAN

Our Labyrinth (2015 - 2018) oleh Lee Mingwei / Museum MACAN


Sedangkan dalam Sonic Blossom, salah satu pengunjung akan diundang sang lieder singer dan mendengar satu dari lima lieder gubahan Franz Schubert.


Sonic Blossom (2013 - 2018) oleh Lee Mingwei / Museum MACAN

Sonic Blossom (2013 - 2018) oleh Lee Mingwei / Museum MACAN


Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu kapan saja pertunjukan ini akan ditampilkan melalui akun sosial media museum sebelum berkunjung ke Museum MACAN. 




3. Membawa pakaian ekstra untuk ikut serta dalam The Mending Project

The Mending Project merupakan instalasi interaktif oleh Lee Mingwei yang mengundang pengunjung untuk membawa pakaian yang ingin diperbaiki. Sambil pakaian tersebut diperbaiki oleh staf museum, pengunjung akan diundang untuk menunggu sambil berbincang-bincang ringan bersama staf.


The Mending Project oleh Lee Mingwei / CASA Indonesia

The Mending Project oleh Lee Mingwei / CASA Indonesia


4. Menulis surat dalam The Letter Writing Project

Pengunjung diajak untuk menulis surat bagi orang-orang terkasih dalam The Letter Writing Project. Patut diingat untuk turut mencantumkan alamat lengkap untuk tujuan tersebut bagi yang berkenan. Dikarenakan surat-surat ini nantinya akan dikirimkan ke alamat tersebut saat pameran sudah usai.


The Letter Writing Project oleh Lee Mingwei / Museum MACAN

The Letter Writing Project oleh Lee Mingwei / Museum MACAN


5. Ikuti balot undian untuk ikut serta dalam The Dining Project

Museum sebagai tuan rumah ingin mengundang pengunjung yang beruntung untuk mengikuti jamuan makan malam sebagai bagian dari The Dining Project. Jamuan ini akan diselenggarakan usai waktu operasional museum dan hanya pada tanggal-tanggal tertentu.



Untuk mengikuti proyek seni, pengunjung dapat mengisi formulir yang telah disediakan yang nantinya akan diundi oleh pihak Museum MACAN.


Pengunjung mengikuti undian untuk berpartisipasi dalam The Dining Project oleh Lee Mingwei / CASA Indonesia

Pengunjung mengikuti undian untuk berpartisipasi dalam The Dining Project oleh Lee Mingwei / CASA Indonesia


Baca juga, Fun! Pameran Ulang Tahun ke-90 Mickey Mouse di New York


6. Pembacaan karya One Million Years

Berlokasi di lantai dua dari Museum MACAN, pengunjung dapat menyaksikan pembacaan karya One Million Years oleh On Kawara. Karya seniman Jepang ini akan dibacakan oleh sepasang pria dan wanita yang secara bergantian akan membaca mundur serangkaian angka dimulai dari nominal satu juta.


Iwet Ramadhan dan Ria Lirungan dari MRA Media membaca On Kawara - One Million Years (1993 - sekarang) / Museum MACAN

Iwet Ramadhan dan Ria Lirungan dari MRA Media membaca On Kawara - One Million Years (1993 - sekarang) / Museum MACAN


7. Pertunjukan spesial pada karya Guernica in Sand

Pada tanggal 19 January 2019, Lee Mingwei akan memulai pertunjukan tari di atas karya yang terbuat dari pasir ini. Bersama beberapa orang penari lainnya, ia akan mulai menghancurkan karya ini dari siang hari hingga matahari terbenam.


Pertunjukan tari penghancuran karya Guernica in Sand oleh Lee Mingwei / Museum MACAN

Pertunjukan tari penghancuran karya Guernica in Sand oleh Lee Mingwei / Museum MACAN



Ikuti terus informasi lengkap dan menarik lainnya di media sosial milik Museum MACAN.

Nantikan artikel desain dan travelling lainnya di instagram serta website CASA Indonesia.


Foto Teaser: CASA Indonesia
Dok. CASA Indonesia dan Museum MACAN