Bintaro Design District 2019 merupakan pameran open space tahunan yang menghadirkan ratusan instalasi desain yang tersebar di seluruh Bintaro.


Baca juga: 5 Hal yang Wajib Diketahui Tentang BDD 2019





Pameran yang dikuratori Andra Matin, Danny Wicaksono, Hermawan Tanzil, dan Budi Pradono ini juga terkonjungsi dengan pameran-pameran seni di Jakarta, seperti festival desain grafis Seek-A-Seek di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang dan instalasi Hapa Zome di Odori Residence.


Karena instalasinya berjumlah ratusan, CASA Indonesia merekomendasikan 8 instalasi unik di Bintaro Design District 2019.


String Composition 1st Series


Instalasi karya Rubi Roesli dari Biroe Architecture & Interior ini menampilkan deretan tambang nylon putih yang tersusun dan ditarik menggunakan sling melalui pohon-pohon di sekitarnya.




Instalasi ini menjadi unik karena ‘kepadatan’-nya bergantung kepada cahaya. Jika Anda melihatnya di siang hari, instalasi String Composition 1st Series ini seperti air, fluid dan ‘berongga’. Namun jika Anda melihatnya lagi di malam hari, instalasi ini terasa seperi benda padat; solid dan megah.


Black On Black


Bagaimana jika fashion dipadukan dengan instalasi seni?





Black On Black menjadi instalasi unik karena memadumadankan fashion runway, koleksi furnitur, dengan deretan busana-busana avant garde bernuansa hitam dari fashion designer Indonesia pilihan.


Deretan busana tersebut dipagari dengan tembok concrete ekspos berwarna hitam dengan sedikit celah agar pengunjung bisa melihat ke dalam. Menurut Budi Pradono selaku kurator Black On Black, celah tersebut sengaja dibuat agar pengunjung terpantik rasa penasarannya.


Baca juga: 9 Arsitek dan Desainer Indonesia Sukses di Luar Negeri


Warna hitam dipilih sebagai tema besar karena merupakan warna yang sering digunakan para desainer dalam berbusana sehari-hari. 


Mother Earth & Architecture


Berlokasi di kantor Han Awal & Partners pameran Mother Earth & Architecture menampilkan proses pendampingan Suku Dayak di Sungai Utik ketika membangun Rumah Budaya dan Gereja Katolik mereka dalam bentuk foto-foto, video, dan maket.




Proses pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Yori Antar, Founder Rumah Asuh dan Principal Han Awal & Partners. 


Ayuayun


Ayunan biasanya memiliki tiang untuk menopang kursi di tengah agar tetap bisa seimbang. Di tangan Andra Matin, ayunan diinterpretasikan dalam bentuk cantilever.






Untuk membuat instalasi unik di Bintaro Design District 2019 ini bisa bekerja, Andra Matin berkolaborasi dengan Woodlam Indonesia untuk menyediakan engineering long wood meranti dengan panjang 12 meter yang bisa menopang berat hingga 400kg.


Catalyst


Catalyst merupakan instalasi unik yang mengedepankan hubungan interaktif antara pengguna dan ruang yang ia tempati.




Didesain oleh Dion Pradipta (Hadivincent Architects) dan Wilson Harkhono (ONStudio), Catalyst menampilkan atap kinetik yang terdiri dari rangkaian teflon sheet persegi yang bisa dilipat dan dikembangkan menggunakan katrol yang terdapat di tengah ruangan.


Playmat


Konsep inklusif memang tidak membatasi diri hanya untuk manusia saja. Ruang yang inklusif juga harus ramah untuk semua makhluk hidup, termasuk kucing. Didesain oleh Seniman Ruang, Playmat merupakan instalasi cum gerakan untuk lebih melindungi kucing-kucing liar di jalanan.



Instalasi Playmat yang mempertemukan kucing liar dan manusia/ Bintaro Design District 


Instalasi berbentuk shelter ini tidak hanya diperuntukkan bagi kucing semata. Seniman Ruang juga mendesain Playmat sebagai instalasi interaktif yang mempertemukan dua makhluk hidup; manusia dan kucing.


Tiga Tuba Tuba


Instalasi unik bernama Tiga Tuba Tuba ini didesain oleh Aboday Architects. Didasari oleh pertanyaan filosofis tentang seberapa manusia dapat hidup berdampingan dengang makhluk hidup lainnya, instalasi community space dibuat untuk menjawab pertanyaan tersebut.



Instalasi Tiga Tuba Tuba berbentuk geometri unik dan menarik perhatian/ Bintaro Design District


Instalasi dengan 3 tuba ini sengaja diciptakan dengan masing-masing pintu yang khas. Tujuannya jelas, agar community space ini bisa dinikmati secara inklusif oleh semua kalangan, baik manusia dan makhluk hidup lainnya.


Genang


Instalasi unik bernama Genang ini didesain oleh Adria Ricardo, principal architects dari Adria Yurike Architects. Genang menampilkan instalasi berbentuk wadah persegi stainless steel yang dangkal, lalu diisi dengan air.




Wadah persegi yang telah diisi air tersebut menjadi seperti kaca, mampu merefleksikan cahaya membentuk bayangan yang indah. Menurut Adria, wadah yang cukup luas itu bisa menimbulkan pengalaman subjektif karena setiap bayangan akan tampil berbeda tergantung pandangan penglihatnya.


Simak juga perbincangan CASA Indonesia dengan Andra Matin terkait BDD 2019.




Foto teaser: Instalasi Genang karya Adria Ricardo, Adria Yurike Architects
Sumber foto: dok. CASA Indonesia