Nama desainer Prasetio Budhi di kancah desain interior Tanah Air memang begitu harum. Ciri khas karya-karyanya yang lembut, elegan, dan penuh cita rasa seakan membawa definisi modern dan kekinian akan makna sebuah hunian. Dalam rangka mencurahkan karyanya dalam kumpulan dokumentasi dan narasi, Prasetio Budhi kembali meluncurkan buku keduanya di akhir tahun 2020 ini dengan tajuk Simply Refined; The Works of Prasetio Budhi.


Prasetio Budhi, yang akrab dipanggil Pras pertama kali meluncurkan buku “Simply Stated; The Works of Prasetio Budhi” pada tahun 2012 silam. Buku “Simply Refined; The Works of Prasetio Budhi” merupakan apresiasi terhadap totalitas berproses kreatif demi kepuasan klien dan dirinya sendiri. Dalam buku “Simply Refined; The Works of Prasetio Budhi” terdapat sembilan karya Pras yang telah dikurasi sehingga dapat membawa pembacanya ke dalam perjalanan visual.




Dalam buku kedua ini Pras kembali melibatkan fotografer Peter Tjahjadi untuk mengabadikan gaya desain dan karakter khas Pras sejak buku pertama. “Saya suka memadupadankan gaya desain. Menatanya dengan tatanan yang teratur, tidak berantakan, dan setiap elemen saling berdialog dan berada di tempat yang tepat,” tutur Prasetio Budhi.


Setiap karyanya merupakan refleksi dari cerita pemilik rumah dan bagaimana ruang menjadi perwujudan imajinasi para klien. Arsitek senior Jasin Tedjasukmana, philantrophist Widi Wardhana, dan kolega Pras di ID12 Ary Juwono juga ikut menyampaikan sudut pandangnya terhadap Pras dan karya-karyanya. “Pras selalu berhasil membangun jiwa dan karakter dalam karya-karyanya. Satu dari sedikit desainer interior Indonesia yang mendesain dengan intuisi yang tajam dan kepekaan melihat kebutuhan dan konteks arsitektur secara menyeluruh” kutipan Jasin Tedjasukmana dalam kata sambutan.




"Bekerja dengan Pras begitu menyenangkan, dia sangat menghargai saya sebagai klien dan juga memahami selera saya,” tutur Widi Wardhana. “Pras adalah salah satu contoh dari kontrol diri yang luar biasa terhadap begitu banyak pilihan. Semua melalui pertimbangan yang terukur dan hati-hati.” tutup Ary Juwono yang juga merupakan sahabat dekat dari Prasetio Budhi.

Foto: dok. Prasetio Budhi