Masa pandemi yang berkepanjangan membuat semua orang banyak menghabiskan waktu di rumah dan di momen inilah banyak orang menyadari bahwa rumah yang mereka huni terasa tidak nyaman. Semua aktivitas terpusat di rumah, dari bekerja hingga sekolah virtual, dari memasak sampai berolahraga. Situasi ini yang membuat fungsi rumah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik menjadi lebih penting.

CASA Indonesia berbincang bersama IKEA guna menilik fenomena perubahaan kebiasaan setiap orang di rumah. Perubahan kebiasaan ini menuntut adanya adaptasi baru yang harus ditunjang oleh hunian yang baik dan sehat. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bila pandemi memberi dampak psikologis yang berbeda-beda pada setiap orang.

Bagi IKEA, konsep better life at home merujuk pada kebaikan hidup dimulai dari rumah yang sehat dan berkesinambungan. Rumah tidak hanya memberi pengaruh bagi penghuninya, namun juga lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, IKEA selalu mempelajari kehidupan setiap keluarga, bagaimana mereka hidup, hingga latar budaya yang menaunginya. Ada keluarga muda yang hanya tinggal berdua, ada keluarga muda dengan anak-anaknya yang balita hingga keluarga lintas generasi dalam satu atap.




Kehidupan di rumah menjadi titik tolak bagi IKEA untuk memahami lebih jauh dengan personalisasi kehidupan sebuah keluarga. “IKEA memiliki visi dan misi untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang”, sambut Quality Control Advisor/Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia, Cristina Camilli dalam sesi wawancara bersama CASA Indonesia beberapa waktu lalu. “Rumah dapat memberi dampak fisik dan mental bagi penghuninya. Bila seseorang merasa tidak bahagia di rumah, itu akan memberi dampak negatif bagi kesehatan mentalnya, begitu pun sebaliknya”, lanjut Cristina.

Solusi desain merupakan salah satu jawaban yang dihadirkan IKEA untuk memberi wawasan baru bagi pelanggannya bahwa kehidupan yang lebih baik diawali dari kediaman mereka. IKEA ingin hadir di tengah-tengah keluarga untuk menjawab segala perubahan kebiasaan dan kebutuhan personal setiap anggota keluarga. “Rumah yang sehat dan berkelanjutan, akan memberi dampak positif bagi kesehatan mental seseorang, selalu merasa aman, dan nyaman. Seseorang dapat memiliki ruang personal di rumah sebagai tempat merefleksikan diri dan memenuhi kebutuhannya”, tambah Cristina.

Room Makeover Project merupakan inisiatif IKEA sebagai salah satu solusi untuk mewujudkan hunian yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan. IKEA melihat tingkat pemahaman pelanggan untuk memahami dan menemukan solusi tersebut masih terbilang rendah. Cristina Camilli memaparkan, “IKEA melalui Room Makeover Project memberi solusi terbaik untuk menciptakan hunian yang baik bagi setiap pelanggan dengan mempelajari kebiasaan, tantangan, dan kondisi hunian mereka”.

Salah satu rumah yang di-makeover oleh IKEA adalah rumah Ibu Linda yang berlokasi di Muara Karang, Jakarta Utara. Perbincangan CASA Indonesia berlanjut bersama Kiki Ramantoko selaku Interior Design Specialist IKEA Indonesia. Ia menceritakan sosok Ibu Linda sebagai seorang ibu rumah tangga dengan suami dan tiga anak perempuan dewasa, serta satu orang menantunya. Yang paling menyenangkan dari rumah keluarga tersebut adalah kehadiran bayi yang baru lahir hingga membuat suasana rumah menjadi lebih hidup. Kiki melanjutkan, “Pada rumah Ibu Linda ini kami menemukan tantangan yang menarik, yaitu bagaimana kebutuhan hunian yang ditinggali enam anggota keluarga dapat terakomodasi dengan baik, termasuk dengan kehadiran cucu yang baru lahir”.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Berbeda dengan hunian lain yang ditinggali oleh keluarga muda, kediaman Ibu Linda terdiri dari lintas generasi yang sudah lama menempati rumah yang sama. Hal ini membuat begitu banyak barang yang menumpuk dan tidak tertata rapi, ditambah beberapa anggota keluarga yang juga membuat usaha kuliner seperti kopi dan kue sehingga membutuhkan tempat yang memadai saat bekerja.

Aktivitas penghuni yang bekerja dari rumah, mulai dari bidang konstruksi sampai kuliner, menyebabkan banyak kebutuhan penghuni sulit tertata dengan baik. Bentuk tata ruang yang memanjang ke belakang menjadikan hunian Ibu Linda dan keluarga cukup unik, karena fokus ruang komunal keluarga terpusat pada ruang keluarga, ruang makan, hingga dapur.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Untuk melihat secara langsung kondisi rumahnya, tim desainer IKEA pun melakukan kunjungan ke kediaman Ibu Linda. Dalam kesempatan tersebut, desainer IKEA memberi gambaran mengenai contoh gambar desain yang telah dibuat berdasarkan hasil konsultasi bersama Ibu Linda dan suami mengenai kebutuhan ruang yang dibutuhkan. Proses pendekatan yang secara personal ini tentunya menambah gambaran secara lebih detail bagi Ibu Linda dan keluarga tentang solusi hunian yang ditawarkan oleh IKEA.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Masuk ke tantangan pertama, rumah kediaman Ibu Linda memiliki area entrance yang cukup unik. Dikarenakan akses pintu masuk utama telah beralih fungsi menjadi area bisnis dan penyimpanan, pintu masuk yang saat ini digunakan adalah pintu masuk dari garasi.

“Akses pintu masuk utama sebetulnya ada di area depan, tidak dapat digunakan karena ruang tamu dijadikan area penyimpanan untuk bisnis kopi sehingga akses pintu masuk beralih melalui garasi”, ungkap Kiki.

Tidak hanya itu, ketika masuk ke dalam rumah, area entrance atau hallway dari kediaman Ibu Linda pun terlihat kurang rapi karena dipenuhi dengan barang.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Berangkat dari tantangan tersebut, IKEA menata ulang area ini dengan menempatkan beberapa produk furnitur dengan fungsi yang efisien untuk menciptakan kesan area entrance yang tertata dengan rapi. Dalam hal ini, IKEA menangkap kebutuhan utama penghuni saat memasuki rumah, yakni tempat untuk menyimpan sepatu.

Rak sepatu MACKAPAR dipilih untuk memudahkan keluarga Ibu Linda menyimpan alas kaki maupun menggunakannya dengan nyaman di atas rak yang menyerupai bench atau dipan panjang. Kemudian terdapat rak KALLAX yang mempunyai dua sisi penyimpanan. Pemakaian lemari KALLAX pada bagian ini untuk menyimpan perkakas milik keluarga yang sebelumnya tidak disimpan secara apik. Guna mempercantik area entrance ini, IKEA menambahkan ambalan MOSLANDA sebagai rak dinding untuk menempatkan dekorasi seperti foto maupun pernak-pernik lainnya.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Beralih ke tantangan berikutnya, Ibu Linda dan suaminya tidak memiliki area bekerja yang baik sehingga harus mengerjakan pekerjaan di lantai, atau di sofa dengan coffee table rendah yang tentunya membuat punggung tidak nyaman.

“Selama ini, Ibu Linda dan suaminya bekerja di tempat yang seadanya. Kadang di lantai, atau di sofa dengan meja yang rendah. Tentunya aktivitas ini tidak nyaman apalagi bila dilakukan untuk jangka waktu yang lama”, papar Kiki.

Ruang di bawah tangga tersebut sebetulnya memadai untuk dijadikan ruang kerja, hanya saja fungsinya tidak optimal karena dipakai untuk menumpuk barang dan rak penyimpanan yang tidak tertata rapi.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Melihat hal ini, IKEA mengalihfungsikan area di bawah tangga menjadi area untuk bekerja. “Ibu Linda sering melakukan aktivitas seperti menaruh label atau print dokumen-dokumen. Karena lokasinya yang berada di bawah tangga, maka IKEA menambah lampu NYFORS yang menerangi sudut ruang kerja tersebut”, lanjut Kiki.

Selain itu, kursi LANGFJALL dan meja MALM menjadi padanan yang tepat untuk menciptakan sudut kerja yang nyaman. Tidak lupa, IKEA menambahkan pelindung lantai KOLON untuk menambah kenyamanan saat duduk di kursi beroda agar tidak mudah mudah bergerak bebas saat digunakan.



Foto: dok. IKEA Indonesia

Berlanjut ke tantangan berikutnya, kediaman Ibu Linda memiliki area makan dan dapur yang menyatu dengan ruang keluarga. Untuk area makan, apabila dilihat, meja dan kursi makan yang terdapat dalam area tersebut tidak dapat berfungsi secara optimal karena penempatannya yang kurang tepat dan beberapa barang yang memenuhi area makan tersebut.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Dalam hal ini, IKEA memindahkan area makan ke area yang lebih terbuka dan menyuguhkan tatanan meja makan dan kursi yang berbeda dari biasanya. Meja EKEDALEN dari IKEA dipilih karena sistem lipat yang dimiliki sehingga dapat dipanjangkan bila diperlukan. Untuk pilihan kursi makan pun disesuaikan dengan anggota keluarga, mulai dari kursi makan balita sampai kursi tanpa sandaran agar memberi visual yang lebih lapang di sekitar ruang makan.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Kemudian, untuk area dapur, tantangan yang ditemukan adalah peralatan-peralatan baking yang bertebaran di sekitar ruang keluarga. Hal ini dikarenakan putri bungsu Ibu Linda sedang mempunyai usaha kuliner, yaitu menjual kue.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, IKEA pun mengakomodasi kebutuhan peralatannya. “Kami menambahkan ruang untuk preparing adonan karena salah satu masalah yang kami temukan adalah putri Ibu Linda yang baru memulai bisnis menjual kue, jadi peralatannya disimpan seadanya lalu bertebaran di sekitar ruang keluarga”, jelas Kiki. Kabinet dapur METOD merupakan pilihan tepat bagi putri Ibu Linda untuk melakukan aktivitas baking yang bisa dilakukan di atas kabinet dapur dan menyimpan kembali peralatannya secara efisien dengan model penyimpanan yang tertutup.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Masuk ke area yang paling ditunggu-tunggu, di area ruang keluarga sendiri, masalah yang ditemui adalah penataan barang yang tidak teratur sehingga fungsi ruang menjadi tidak optimal. “Karena sudah ditinggali sejak lama dengan banyak anggota keluarga, penumpukan barang juga menjadi salah satu challenge di rumah Ibu Linda.

Foto: dok. IKEA Indonesia

Menyikapi permasalahan tersebut, IKEA berusaha untuk mengembalikan barang-barang yang menumpuk dalam ruang keluarga tersebut sesuai tempatnya. “Kami coba kembalikan barang sesuai tempatnya dan yang ada di sini memang barang-barang yang dibutuhkan untuk disimpan di ruang keluarga,” cerita Kiki. Selain itu, dengan melakukan decluttering atau mengurangi barang yang sudah tidak terpakai lagi tentu membawa pengaruh positif bagi kesehatan apalagi aktivitas semuanya hampir dilakukan di rumah”, Kiki menambahkan. Beragam furnitur yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan masih menjadi fokus IKEA untuk menata ulang kediaman Ibu Linda dan keluarga.

Untuk sofa misalnya, menggunakan sofa VALLENTUNA yang terdiri dari tiga dudukan dengan sistem modular, sehingga memudahkan penghuni untuk mengubah posisinya jika diperlukan. Sofa VALLENTUNA ini juga dipilih karena memiliki ruang penyimpanan luas di bawah dudukannya, sehingga membuat fungsi penyimpanan bagi penghuni kian optimal.

Selain itu, ruang keluarga juga menggunakan pilihan furnitur yang aman sebagai area bermain bayi dan balita. Misalnya pemilihan coffee table LISTERBY yang berbentuk bulat tanpa adanya sudut yang bisa membahayakan anak-anak. “Karena ada bayi, kami sediakan area untuk ia bermain. Kemudian ada juga tempat untuk menyimpan mainannya”, Kiki menambahkan.

Guna mengakomodasi penyimpanan dan memberi suasana lapang bagi ruangan, pada salah satu dinding menjadi pusat penyimpanan dengan menggunakan beberapa produk IKEA seperti lemari REGISSÖR dan kabinet televisi BESTA. “Untuk kabinet yang paling tinggi kami menggunakan BESTA dan untuk menjangkaunya kami pilihkan bangku tangga tiga tingkat BEKVAM yang dapat digantung di dinding. Untuk estetika pencahayaan kami juga menambahkan lampu lantai FLUGBO”, Kiki menceritakan.

Pemilihan dua lemari ini juga didasari oleh kebutuhan keluarga Ibu Linda yang gemar mengoleksi suvenir, tumblr, dan beragam botol minuman lainnya. Lemari dengan kaca ini juga memudahkan penghuni untuk melihat koleksi botol yang ada dan mudah mencari bila diperlukan.

Tata ruang rumah dengan bentuk memanjang ke belakang merupakan tantangan tersendiri saat melakukan Room Makeover Project bagi kediaman Ibu Linda. Dalam ruang yang memanjang, tim desainer IKEA membuat pemisahan fungsi ruang sebagai pusat ruang komunal bagi Ibu Linda dan keluarga. Namun, pemisahan fungsi ruang tanpa sekat itu dibuat secara mengalir sehingga tidak membatasi ruang gerak penghuni. Area ruang keluarga dibuat menyatu dengan ruang makan sebagai area berkumpul anggota keluarga.

Jika ingin melihat rumah Ibu Linda sebelum dan sesudah makeover, serta solusi dan inspirasi yang diberikan IKEA, klik tautan ini.



Foto: dok. IKEA Indonesia

Sebagai salah satu solusi dari IKEA, Room Makeover Project memberi kemudahan bagi setiap orang untuk mencari tahu bagaimana mewujudkan hunian yang sesuai kebutuhan, seperti yang dialami oleh Ibu Linda dan keluarga. Tantangan yang lazim terjadi ketika membahas desain rumah atau renovasi adalah kebingungan karena harus mulai dari mana.

Melihat kebutuhan tersebut, IKEA menyediakan berbagai macam solusi mulai dari produk, room setting yang tersedia di toko, inspirasi di website IKEA.co.id, hingga jasa Interior Design Service yang dapat dijangkau di toko maupun online. Jasa ini dapat menjadi wadah bagi pelanggan untuk bertanya mengenai solusi bagi kediaman mereka. Pendekatan yang diberikan IKEA melalui Interior Design Service pun sangat personal, mulai dari bagaimana kondisi rumah sebenarnya, berapa anggota keluarga yang tinggal di rumah, kebiasaan sehari-hari mereka, tantangan yang dihadapi, hingga kebutuhan yang diperlukan oleh masing-masing anggota keluarga.

Proses personalisasi kebutuhan hunian oleh Interior Design Service ini akan terus berlanjut hingga pembuatan desain 3D sebagai gambaran bagi pelanggan mengenai solusi desain yang ditawarkan. Tidak sampai di situ, Interior Design Service oleh IKEA tentunya didukung oleh tim desainer interior profesional yang akan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hunian sarat fungsi sekaligus membantu untuk memilih produk-produk IKEA yang sesuai dengan kebutuhan ruang dan penghuninya.

Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang layanan desain interior dari IKEA ini dapat mengunjungi layanan konsumen di cabang IKEA atau kunjungi laman Design Interior Service situs IKEA.co.id. Untuk Anda yang berdomisili di luar kota, IKEA menyediakan jasa Interior Design Service Virtual dengan melakukan pertemuan virtual dan online survey. Setelah itu, produk-produk IKEA yang telah dipilih siap dikirimkan ke rumah Anda.