Soo K. Chan, arsitek asal Singapura ini adalah pendiri biro arsitek bernama SCDA yang kini telah memiliki kantor pusat di Singapura dan dua kantor cabang di New York dan Shanghai. Terhitung tahun ini, SCDA telah memantabkan kiprahnya melalui proyek di empat benua dan lebih dari 30 lokasi.







Di Indonesia, karyanya begitu dihormati atas dasar kemewahan yang nampak dengan tampilan neo tropis. Soori Bali di Tabanan, W Hotel di Seminyak, dan Waldorf Astoria di Bukit Pandawa dibangun dengan anggun di Bali.



Sedangkan di Jakarta antara lain adalah Luxury Collection Keraton Hotel, GCNM Residential Tower, dan Arzuria Apartment. Menikahi Ling Fu, desainer asal Indonesia membantunya melihat sisi Indonesia yang lain.




Soori Bali sebenarnya adalah satu dari lima proyek development Soori High Line. Empat proyek lainnya adalah boutique residence yang terletak dekat High Line Park di New York, Soori Living Line di Singapura, 515 High Line Condominium di Chelsea, serta 118 East 59th Street Condominium di New York.




Nama Soori merupakan penggabungan dari namanya Soo dan Sri, nama Indonesia dari Ling Fu. Chan telah memenangkan President’s Design Award sebagai Singapore Designer of the Year dan SIA-Getz Architecture Prize sebagai Emergent Architecture in Asia pada tahun 2006.





Baru saja ia mendapat kehormatan untuk merancang dan menyelesaikan National Design Centre dan perumahan bernama SkyTerrace @ Dawson di Singapura. Proyek lainnya terbarunya termasuk resort dan residence di Taiwan, India, Jepang, Filipina, dan Thailand.




Anda merancang beberapa proyek di Jakarta dan Bali. Apa pendapat Anda tentang lanskap, budaya, dan industri desain di Indonesia?

Indonesia diberkati dengan warisan yang kuat dan kaya akan budaya serta memiliki geografi dan lanskap yang luas. Soori Bali mewujudkan interpretasi kontemporer dari budaya Bali.

Kami merancangnya secara holistik yang mencakup arsitektur, interior, dan lanskap. Saya dan istri saya, Ling, merancang dan memproduksi furnitur dari pabriknya di Jakarta.




Apa kunci kepemimpinan Anda sementara SCDA memiliki tiga kantor yang terpisah dengan 120 arsitek dan desainer?


Saat kantor kami tumbuh, kami terus mencari dan menuntut bakat terbaik. Secara natural, studio kami tumbuh secara kompak. Memiliki wine bar dan toko bahan makanan di kantor pusat kami di Singapura membantu staf mempererat relasi setelah jam kantor. Keselarasan aspirasi desain dan passion mereka berkarya sangat penting bagi saya.




Foto oleh SCDA Architects