Apakah Anda sedang mencari tempat hangout yang asyik di waktu luang Anda?


Salah satu pilihannya adalah Kopi Kalyan di kawasan Senopati yang kini sedang mengadakan pameran tunggal perdana dari seniman muda bernama I Putu Adi Suanjaya. Pameran ini bertajuk Kaum Mata Kancing dan telah dibuka sejak 18 Januari hingga 9 Februari 2019. 




Kiri-Kanan: Repetition Series 4 (2018), Guardians (2018), dan Lahan Merah (2016) / CASA Indonesia

Kiri-Kanan: Repetition Series 4 (2018), Guardians (2018), dan Lahan Merah (2016) / CASA Indonesia


Pameran ini merupakan pameran tunggal perdana dari seniman muda yang lebih akrab dipanggil dengan Kencut. Guratan lukisan Kencut ini menarik perhatian arsitek Ary Indra yang kini menjadi kurator dari pameran Kaum Mata Kancing ini. Di antaranya adalah lukisan Yin Yang (2015) yang meraih nominasi di Reddbase Young Artist Award serta Kaki Tangan (2015) yang membawa Kencut sebagai finalis dari UOB Painting of The Year 2015.


Pameran tunggal perdana I Putu Adi Suanjaya Kencut / CASA Indonesia

Pameran tunggal perdana I Putu Adi Suanjaya Kencut / CASA Indonesia


Kaum mata kancing seakan menjadi cerminan pribadi manusia yang memandangi kehidupan dari sudut pandang orang luar. Mata yang kerap dianggap sebagai jendela jiwa, kini digantikan dengan mata kancing yang seakan menggambarkan figur yang menolak untuk memandang dunia.


Boneka Kaum Mata Kancing sebagai tokoh utama karya Kencut / CASA Indonesia

Boneka Kaum Mata Kancing sebagai tokoh utama karya Kencut / CASA Indonesia


Koleksi figur boneka dengan mata kancing ini terinspirasi dari film Coraline (2009) yang membahas mata kancing sebagai simbol penguncian jiwa. Tak luput pula paduan warna cerah pada lukisan dan figur boneka merupakan cara Kencut untuk menampilkan rasa optimis di antara tragedi kehidupan yang bisa saja mengikis imajinasi dan canda tawa manusia.


Ricky Pesik (Bekraf) secara resmi membuka pameran Kaum Mata Kancing / CASA Indonesia

Ricky Pesik (Bekraf) secara resmi membuka pameran Kaum Mata Kancing / CASA Indonesia




Pameran secara resmi dibuka bersama Ricky Pesik (Badan Ekonomi Kreatif), Andien Aisyah, Ary Indra (Aboday Architect), dan Ren Katili (Studio Arsitektropis). 


Ren Katili, Ary Indra, dan I Putu Adi Suanjaya Kencut saat penyerahan hadiah kepada Andien Aisyah / CASA Indonesia

Ren Katili, Ary Indra, dan I Putu Adi Suanjaya Kencut saat penyerahan hadiah kepada Andien Aisyah / CASA Indonesia


Berlatar belakang panel dengan warna merah muda, sekumpulan karya milik Kencut ditampilkan dalam empat segmen, yaitu Kelahiran, Eksplorasi, Repetisi, dan Guardian. Melalui kumpulan lukisan serta figur-figur instalasi yang terlihat di sepenjuru Kopi Kalyan, pengunjung dapat menemukan perjalanan karya dari seniman muda asal Badung, Bali ini.


Suasana lokasi pameran Kaum Mata Kancing di Kopi Kalyan / CASA Indonesia

Suasana lokasi pameran Kaum Mata Kancing di Kopi Kalyan / CASA Indonesia


Semangat anak muda yang dibawa Kencut dalam karyanya, semakin dipertegas dengan kehadiran teknologi augmented reality pada pameran Kaum Mata Kancing ini. Bekerjasama dengan Jonathan Gahari dan Johanes Gahari, pengunjung dapat menyaksikan para kaum mata kancing ini hidup melalui aplikasi Ars. yang dapat diakses di apple store bagi pengguna iphone/ipad.





Jadi, jangan lupa siapkan gawai Anda sebelum bertandang ke pameran Kaum Mata Kancing!


Foto Teaser: Karya Show Up (2016) oleh I Putu Adi Suanjaya di tengah suasana santai kafe Kopi Kalyan / CASA Indonesia
Dok. CASA Indonesia