Apakah nama Martyn Lawrence Bullard familiar di telinga Anda? Namanya mulai dibicarakan lagi setelah merancang artis ternama, Kylie Jenner. Tahukah Anda, bahwa ia pernah mengaplikasikan konsep resor Bali dalam perancangannya? Simak kisah perjalanannya berikut interview eksklusif dengan CASA Indonesia di bawah ini.





Membawa pulang sekian banyak penghargaan membuat desainer interior asal Inggris ini tak pernah luput dari berita di industri desain inernasional dan membuatnya kian dibanjiri proyek-proyek di mancanegara. Sebut saja penghargaan desain ternama yang ada, Martyn Lawrence Bullard pasti menduduki hot list, seperti Andrew Martin International Interior Designer of the Year Award 2010, UK Focus Best of the Best Fabric Designer Awards yang ia borong 2 tahun berturut-turut sejak tahun 2011, masuk dalam daftar kelompok arsitek dan desainer terkemuka dan terpilih di dunia di 2014 AD100 (Architectural Digest 100). 






Karya dan proses merancangnya pun sering didokumentasikan di berbagai acara televisi, seperti Million Dollar Decorators, Hollywood Me dan Movie Mansions. Gaya desainnya yang glamor, etnik, eksotik dan sangat mendetil dengan kualitas tinggi membuat prestasi dan namanya segemilang nama klien kelas atas langganannya seperti Elthon John, Ellen Pompeo, Ozzy Osborne, Alessandra Ambrosio, Eva Mendez, Felicity Huffman, Warner Bros & Paramount Studios dan masih banyak lagi.


Ruang tamu milik Ellen Pompeo memiliki kesan bersih dan terbuka



Dari begitu banyak proyek yang telah ia garap, proyek favorit dan paling menantang bagi Martyn adalah penthouse milik penyanyi dan artis, Cher, di Hollywood yang bertema India dan disebut dengan “Maharani’s Palace”. “Hasil proyek ini sangat seksi dan eksotik, luar biasa nyaman dan enak dilihat”, ujarnya saat interview dengan CASA Indonesia. Walaupun berbasis di Los Angeles dan memiliki konsep desain Art Deco, ternyata desainer profesional ini juga melirik konsep desain Indonesia bahkan sering diterapkan di beberapa proyeknya, salah satunya adalah rumah milik Cheryl Tiegs dengan tema Bali Inspired Sanctuary.


Ruang tamu Cheryl Tiegs yang diberi nama Bali Inspired Sanctuary


Nuansa tropis pada ruang makan Cheryl Tiegs


Ratusan karya dari proyek untuk high-profile clients sampai komersial menjadi bagian dari hidupnya. Pada tahun 2011, Martyn berbagi cerita tentang dunia glamor lewat bukunya yang berjudul “Live, Love & Decorate”. Meski belum tahu kapan, namun Martyn bertekad untuk segera merilis buku keduanya. “Berbagi pandangan dan wawasan pribadi saya dan masih banyak hal lainnya yang ingin saya ceritakan”, kata direktur Martyn Lawrence Bullard Design ini.


Ruang keluarga milik supermodel Alessandra Ambrosio


Konsep klasik gothic pada rumah Sharon Osbourne dan Ozzy Osbourne


CI (CASA Indonesia): Karya-karya siapa yang menjadi inspirasi Anda?



Martyn Lawrence Bullard (MLB): Inspirasi utama saya adalah karya dari almarhum David Collins yang memiliki gaya glamor dan kemewahan yang sangat kuat. Dia merancang ruang publik favorit saya di London, Wolseley dan J Sheekey Restaurants, butik Alexander McQueen dan Hotel Limewood. Kehadirannya di dunia desain akan sangat dirindukan.


CI: Kami dengar Anda senang berbelanja dan berburu barang-barang unik seperti tekstil, furnitur dan aksesoris lainnya ke berbagai pelosok dunia. Apakah Anda punya flea-market dan toko favorit?

MLB: Di London, saya suka barang antik yang eksotis di Guinevere, King's Road. Di LA 'loft' store JF Chen punya seni dekoratif langka dari abad pertengahan. Kalau di New York saya suka ke toko aksesoris rumah seperti John Derian dan ABC Home. Tapi dari semuanya, tidak ada yang mengalahkan marche Paul Bert di Clignancourt, Paris.


Flea-market favorit di Paris, Marche Paul Bert


CI: Adakah bahan atau aksesori tertentu yang selalu digunakan dalam mendesain? 

MLB: Saya suka bekerja dengan bermacam-macam bahan. Sutra, linen dan beludru menjadi trademark interior rancangan saya, tapi saya juga suka kulit eksotis, shagreen, veneers kayu dan tekstur tenunan alami untuk wall upholstery. Furnitur dipernis adalah favorit saya saat ini.


Cole & Son Wallpaper edisi Martyn


CI: Anda beberapa kali menggunakan furnitur, kerajinan dan aksesori lainnya dari Indonesia, dan Anda pernah berkunjung ke Bali. Apa yang Anda sukai tentang produk Indonesia dan kerajinan Bali pada khususnya?

MLB: Saya suka nuansa warna permata seperti toska, safir, amethyst dan golden saffron yang memberikan semburan energi. Saya juga suka gaya Indonesia yang rileks seperti paviliun, karpet rumput laut, bahan-bahan alami untuk di dinding dan langit-langit. Saya pernah mengerjakan proyek untuk Cheryl Tiegs yang saya beri nama Bali Inspired Sanctuary pada tahun 2011. Kami mengubah rumahnya menjadi gaya paviliun Bali dengan sentuhan kolonial Inggris yang nyaman.


Maharani's Palace milik Cher 


Rumah Cher


CI: Jelaskan "Martyn Lawrence Bullard" dalam tiga kata

MBL: Glamorous, eccentric, personable.



“For me, art is the vital touch of glamour. Art is very personal and gives the guest a sense into its owner’s inner soul and tastes," paparnya saat interview dengan CASA Indonesia.


Foto teaser: Rumah Kylie Jenner / Architectural Digest
Sumber foto: Martyn Lawrence Bullard, Architectural Digest, Tim Street / Porter Photo