Kuliner dan wisata merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kemana turis pelesiran, kuliner kerap menjadi destinasi yang masuk dalam daftar perjalanannya. Entah kuliner tradisional hingga santapan hotel berbintang, urusan makan adalah hal yang utama saat berlibur. Memoles tampilan sebuah tempat makan merupakan tantangan tersendiri bagi desainer maupun arsitek untuk menyuguhkan sajian desain yang tidak hanya nyaman, namun juga berkesan bagi pengunjungnya. Seperti sebuah konsep desain yang diterapkan oleh Sunrise & Partners untuk restoran Wedang Jahe yang berlokasi di Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Bali.


Restaurant Wedang Jahe di Nusa Dua Beach Hotel, Bali




Restaurant Wedang Jahe di Nusa Dua Beach Hotel, Bali


Nama Wedang Jahe sebagai minuman tradisional yang menawarkan kehangatan, kesegaran, hingga semangat baru menjadi gagasan utama untuk desain interior restoran. Dengan luas area mencapai 820 meter persegi, restoran Wedang Jahe dibagi menjadi tiga area yaitu area outdoor, indoor, dan private area. Sejak memasuki bagian depan restoran, warna cokelat dan kekuningan menjadi palet warna dominan yang menyelimuti interiornya. Permainan palet warna tersebut bukan tanpa alasan sebab Sunrise & Partners memang menarik benang merah serupa dengan bangunan hotel yang sudah ada. Paras desain Nusa Dua Beach Hotel & Spa sebagai salah satu pionir perhotelan dan resor ekslusif di kawasan Nusa Dua memang sarat akan sentuhan gaya Bali.


Restaurant Wedang Jahe di Nusa Dua Beach Hotel, Bali


Oleh karena itu, kesinambungan desain antara restoran Wedang Jahe dan Nusa Dua Beach Hotel & Spa sebagai induknya diperbarui melalui gubahan interior yang modern namun tetap memiliki ciri khas eksotisme Bali. Sunrise & Partners yang didaulat untuk menggubah wajah baru restoran Wedang Jahe memang ingin memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung saat bersantap. Menyusuri bagian dalam restoran, ada beberapa poin desain yang menarik untuk ditilik. Salah satunya adalah kolom-kolom yang dijiwai payung tradisional Bali. Melalui eksekusi yang eklektik, rupa payung tradisional tersebut dibuat terbalik menimbulkan makna tradisi tetap menaungi nuansa pada interior Wedang Jahe.







Dilihat secara luas, gaya baru yang disematkan pada restoran Wedang Jahe dipenuhi warna lembut yang membumi. Deretan furnitur kayu yang mengisi layout restoran tampak begitu segar bersama warna putih pada flooring, meja prasmanan, hingga langit-langit. Detail unik lainnya juga dapat dijumpai pada partisi yang membatasi area ruang makan privat dengan profil kayu ukir berbentuk siluet pepohonan. Sementara itu, lukisan penari Bali yang anggun terlukis pada dinding bata.


Restaurant Wedang Jahe di Nusa Dua Beach Hotel, Bali


Penggunaan material bata ini membawa sentuhan bangunan Bali klasik yang umum ditemui pada puri, pura, hingga balai banjar. Disinari pendaran lampu yang juga didesain oleh Sunrise & Partners, restoran Wedang Jahe kembali bersolek mengusung esensi Bali dalam kemasan modern tropis. Mengalun bersama keanggunan Nusa Dua Beach Hotel & Spa, restoran Wedang Jahe tampil kekinian berbatas landscape khas Bali di sekitarnya. 


Teks oleh Prastia Putra
Desain interior dan pencahayaan oleh Sunrise & Partners
Sumber Foto: Dok. Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Bali