Gaya modernisme, monumentalisme, fungsionalisme, hingga klasik, Alvar Aalto menjadi salah satu arsitek yang memiliki pengalaman dan keahlian arsitektur luas.


Sejak kelahirannya pada 3 Februari 1898 sampai kepergiannya pada 11 Mei 1976, portofolio arsitektur pria asal Finlandia ini begitu beragam.






Alvar Aalto / Artek


Berikut CASA Indonesia tampilkan 5 bangunan ikonis karya arsitek Alvar Aalto yang tidak akan lekang oleh waktu.


1. Viipuri Library



Viipuri Library / Denis Esakov


Dibangun pada 1935, perpustakaan yang dahulu merupakan bagian dari Finlandia sebelum dimiliki Uni Soviet pada 1944 ini menjadi salah satu wujud modernisme ala Alvar.


Akibat perang, perpustakaan tersebut sempat hancur setelah pada 2010, bangunan lalu direstorasi ke bentuk aslinya melalui joint venture antara pemerintah Rusia dan Finlandia.


Berada di antara gedung-gedung berlanggam neo-gothic yang masif, paras modern Viipuri Library tampil sederhana lewat massa bangunan berbentuk persegi dengan balutan dinding stuko putih.  


2. Säynätsalo Town Hall



Säynätsalo Town Hall / Fernanda Castro


Gedung yang menjadi tempat bertemunya warga Säynätsalo, Finlandia ini tampil begitu monumental berkat fasad dinding bata ekspos pada zamannya.


Pembangunan Säynätsalo Town Hall yang dimulai dari 1949 ini bahkan tidak lepas dari kritik.


Baca juga: 5 Arsitek Asal Tiongkok dengan Karier Menakjubkan


Massa bangunan utama berupa council chamber setinggi 17 meter dianggap terlalu berlebihan, baik dari segi biaya dan peruntukkannya untuk kota kecil Säynätsalo yang ketika itu hanya diisi 3.000 penduduk.


3. MIT Baker House Dormitory





MIT Baker House / Wikimedia


Ketika menjabat sebagai profesor di Massachussets Institute of Technology (MIT), di Amerika Serikat, Alvar Aalto mendesain asrama untuk mahasiswa pada 1946.


Baca juga: 10 Bangunan Legendaris di Dunia yang Mengubah Sejarah


Baker House tampil distingtif berkat fasadnya yang bergelombang menyerupai ular. Bentuk fasad tersebut dimaksudkan agar semua mahasiswa yang mendiami asrama mendapatkan pandangan maksimal ke arah Sungai Charles.


4. Maison Louis Carré



Maison Louis Carré / Samuel Ludwig


Maison Louis Carré merupakan hunian pribadi yang didesain Alvar Aalto, untuk Louis Carré, kolektor seni dari Prancis yang cukup terkenal.


Dibangun pada 1956 di Bazoches-sur-Guyonnes, Prancis, Louis Carré memang menginginkan hunian yang memiliki dua fungsi; sebagai ruang pameran karya seni juga hunian privat.


Baca juga: Mengenal Thom Mayne, Arsitek 'Nakal' Amerika Serikat


Maka itu, Alvar Aalto sengaja membentuk susuran tangga menanjaki bukit ke pintu utama sebagai penegas suasana privat dari hunian.


Namun melewati pintu utama, pengunjung langsung disuguhi dinding besar yang biasa digunakan untuk memamerkan karya-karya seni.


5. Finlandia Hall



Finlandia Hall / Pete Laakso


Gedung kongres dan event space yang selesai dibangun pada 1971 ini berada di Helsinki, Finlandia.


Dari luar, fasad dengan susunan marmer Carrara vertikal menjadi pembuka dari menara auditorium berkapasitas 1.700 tempat duduk yang menjulang di belakangnya.


Foto teaser: Finlandia Hall didesain oleh Alvar Aalto / Pete Laakso