Polymath, begitu banyak orang menjuluki Leonardo da Vinci. Meninggal di Amboise, Prancis, 12 Mei 1519 silam, Leonardo menjadi orang yang diberkahi banyak pengetahuan, mulai seni rupa, arsitektur, musik, hingga botani.


500 tahun kemudian, 17 lukisan masterpiece sang maestro ini dipamerkan melalui tajuk "Leonardo Opera Omnia". Setelah berkeliling ke lebih dari 10 negara, pameran ini akhirnya berlabuh di Indonesia, tepatnya di Museum Mandiri, Jakarta.





Bukan hal yang mudah untuk membuat pameran lukisan da Vinci ini terlaksana. Karya-karya da Vinci yang terlampau berharga, rentan, dan tersebar di dunia membuat pameran tunggal ini mustahil dilakukan.


Baca juga: Can's Gallery Hadirkan Pameran Bermedium Baru dan Unik


Maka itu, dikuratori Prof. Antonio Paolucci, ke-17 karya Leonardo tersebut dibawa mengelilingi dunia dan Indonesia dalam bentuk reproduksi pencitraan digital.


Merujuk Matteo Ive, Konsultan Rai Com Project, perusahaan yang memproduseri pameran ini, lukisan reproduksi da Vinci ditampilkan melalui foto beresolusi tinggi yang dicetak di atas sebidang kanvas plastik, lalu diproyeksikan menggunakan rangkaian lampu LED bersuhu 3.000-5000 kelvin dari belakang untuk tampilan gambar yang lebih sempurna.






Meski terkesan sederhana, proses reproduksi tersebut ternyata tidak mudah. Dibutuhkan setidaknya waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan izin dengan masing-masing pemilik resmi lukisan Da Vinci yang tersebar.


Baca juga: Interior Hotel Ini Dipenuhi Karya Seni Layaknya Museum


Setelah mendapatkan izin, baru tim pameran bisa memotret lukisan-lukisan tersebut. Proses fotonya pun tidak sebentar. Matteo mengenang bagaimana dia harus mencetak lembaran demi lembaran kanvas untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan lukisan aslinya.




Setelah cukup puas, baru lukisan-lukisan reproduksi tersebut bisa dipamerkan. Dari lukisan paling besar, "The Last Supper", hingga lukisan paling kecil yakni "Head of a Woman", karya-karya Leonardo ditampilkan dalam skala 1:1 di ruang pameran yang sengaja dibuat gelap.


Pameran yang terlaksana berkat kerja sama diplomatik antara Indonesia dan Italia selama 70 tahun ini bisa Anda saksikan di Museum Mandiri, Jakarta, mulai 6 Februari hingga 3 Maret 2020.