Firma arsitektur asal Denmark, Bjarke Ingels Group (BIG) kembali menghadirkan ruang publik di tengah padatnya kota Kopenhagen. Berlokasi di Copenhagen Zoo, BIG membuatkan sebuah rumah untuk sepasang panda raksasa Mao Sun dan Xing Er In yang tetap menampilkan lingkungan asli dari mamalia langka asal Tiongkok. 







Baca juga, Berputar Dalam Jembatan Seni Norwegia


Bangunan seluas 2.450 meter persegi ini terinspirasi oleh simbol yin-yang, yang menggambarkan dua area terpisah untuk panda jantan dan betina sehingga mereka tidak dapat melihat, mendengar atau bahkan mencium satu sama lain hingga musim kawin.




Tampilan fasad yang menunjukkan sebuah ukiran kayu berbentuk panda menjadi ciri khas bangunan yang memiliki area outdoor dan indoor untuk kedua panda tersebut.




Terdiri dari dua tingkat; lantai dasar yang berisikan French-Asian Bistro PanPan, sebuah restoran yang langsung menghadap kandang panda dan gajah. Serta lantai atas yang dipenuhi oleh tanaman asli Nordik dengan jalan setapak menuju hutan bambu. Semua interior dirancang untuk memiliki lanskap hijau dan menciptakan pengalaman tersendiri saat melihat satwa liar dari dua sisi. 




Baca juga, Arsitek Bjarke Ingels Jadi Cameo di Game of Thrones




Mulai dirancang sejak tahun 2017 dan baru selesai pada tahun 2019, bangunan Panda House tidak memberi sekat yang terlalu menonjol, sehingga baik panda maupun pengunjung tidak merasa terpisah. Dibantu pula dengan adanya lanskap bergelombang yang membentuk pandangan langsung ke habitat panda, para pengunjung yang hadir pun dapat melihat secara langsung simbol filosofi Tiongkok ini.


Baca juga, Kengo Kuma Rancang Museum Modern di Turki




Selain itu, karena menyerupai lingkungan asli dari panda, bangunan ini juga memiliki tempat teduh dan area terbuka yang terkena cahaya matahari serta air dan dedaunan yang khusus dirancang untuk menyesuaikan habitat aslinya.

Dengan menciptakan hutan-hutan lebat, hutan kabut, dan hutan bambu, Mao Sun dan Xing Er memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk menjelajahi kedua lanskap, sesuai musim, suhu, dan preferensi.


Sumber foto + teaser: Dok. Rasmus Hjortshoj