Telah berdiri sejak tahun 1981, bangunan ini adalah Museum Telepon. Sebelum 26 tahun kemudian bermetamorfosis menjadi Museum Telekomunikasi. Sekarang, 13 tahun setelah lembaga Rio de Janeiro menetapkan dampak seluler dan telekomunikasi. Musehum of Communications and Humanities, memanfaatkan teknologi modern yang didalamnya termasuk VR dan loT untuk menawarkan perjalanan interaktif ke masa lalu, sekarang hingga masa depan.







Museum ini dirancang ulang oleh multidisciplinary studio Cactus yang berbasis di Brooklyn untuk perusahaan telekomunikasi Brasil, Oi. Dalam pelaksanaan mendesain ulang, tim dari Cactus mempelajari Narratives for the Museum Future, sebuah survei pada tahun 2019 yang telah dilakukan oleh Oi dan Consumoteca.


Baca juga, Floating Utopias: Terbaru dari ArtScience Museum 2019!


 Survei ini menemukan bahwa mayoritas pengunjung museum lebih suka alat teknologi yang mampu meningkatkan dan mempersonalisasikan kunjungan mereka. Dan terbukti bahwa pada survei ini 50 persen dari responden hanya mengunjungi museum sekali.




Hal itu pun berpengaruh kepada instalasi-instalasi yang di tampilkan disini. Instalasi interpersonal yang terus berubah dikembangkan oleh Cactus ini menjadi respon akan hasil dari survei tersebut. 




Baca juga, 10 Fakta Unik Tentang Museum Snoopy Tokyo Terbaru


Dengan tampilan visual evolusi komunikasi, para pengunjung pun dapat mempelajari telepon hingga ponsel yang ditampilkan dalam sebuah cabinet of Curiosities. Para pengunjung harus berjalanan melalui kabinet, dan belajar lebih dalam mengenai perkembangan telepon dengan layar sentuh interaktif. 




Baca juga, Kengo Kuma Rancang Museum Modern di Turki


Fitur lain yang tersedia adalah Folds of Time, ruang berisikan cermin yang bercahaya, menampilkan visualisasi pentingnya koneksi antar manusia. Area ini menjadi tempat yang cocok untuk selfie dan memberikan foto para pengunjung secara digital di dining. 


Sumber foto + teaser: Frameweb