Cuaca yang tak tentu, kadang hujan lalu terik menemani adalah satu dari sekian alasan tumbuhnya jamur di dalam rumah.


Selain tidak sedap dipandang dan mengeluarkan bau tidak sedap, jamur pada rumah juga berdampak buruk bagi kesehatan penghuninya. Jamur pada hunian beberapa memiliki sifat allergenic, bahkan toxigenic atau beracun.





Tidak hanya di sudut-sudut ceiling, di sudut mana lagi jamur biasa muncul?


Berikut CASA Indonesia sajikan informasinya di bawah ini. 


1. Kusen Jendela



Jendela kayu memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit jamur / Pellet Branch


Jamur biasanya tumbuh di sudut-sudut hunian seperti dinding yang menjadi jalur perpipaan. Ketika pipa air tersebut bocor, air yang merembes membuat jamur dapat tumbuh.


Namun tidak hanya dinding, Anda juga harus memerhatikan bagian jendela, lebih khusus kusen. Terpaan air hujan adalah alasan mengapa kusen bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.


Baca juga: Melindungi Teras dari Hujan? Simak 5 Tips Ini!


Untuk mencegahnya, aplikasikan kanopi jendela dan jika perlu juga talang air, agar hujan yang turun tidak sempat merembes di jendela.


2. Karpet



Bagian karpet yang menjadi alas furnitur berpotensi besar untuk terkena jamur / Maketi


Karpet, selain dinding adalah tempat yang menjadi tumbuhnya jamur. Jika Anda memiliki karpet yang menjadi pelapis lantai dan jarang dibersihkan atau setidaknya dijemur, jamur mungkin tumbuh di situ.  


Jika Anda menemukan titik jamur di permukaan karpet, periksa bagian bawah karpet terlebih dahulu. Jamur yang sudah mencapai bagian bawah karpet akan lebih sulit dibersihkan.


Anda bisa membersihkan jamur pada karpet dengan menyemprotkan cuka dan menggosoknya. Untuk pencegahan, jemurlah karpet secara berkala dan buat ruangan dengan ventilasi udara yang memadai.

 

3. Kamar Mandi






Kondisi basah, lembab, kurangnya sirkulasi udara menjadi sekian alasan mengapa kamar mandi menjadi tempat tumbuhnya jamur.


Jamur pada kamar mandi tidak selamanya kasat mata, coba cari di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjangkau; sela-sela exhaust fan juga ke pinggiran pintu pemisah shower.


Baca juga: 5 Tips untuk Merawat Furnitur Kayu di Musim Hujan


Sebagai pencegahan, kamar mandi kering bergaya semi-outdoor bisa menjadi pilihan karena memiliki jalur sirkulasi udara yang baik. 


4. Wallpaper



Pastikan tidak ada air yang merembes di balik wallpaper Anda / Wallpaper from the 70s


Jamur pada wallpaper juga menjadi jenis jamur yang tidak kasat mata. Seringkali, jamur tersebut tumbuh dari balik wallpaper sehingga tidak terlihat.


Jamur pada wallpaper bisa muncul ketika sistem perpipaan pada rumah Anda mengalami kebocoran. Air yang merembes dan terjebak di dalam wallpaper akan memicu jamur untuk tumbuh.


Cara untuk mendeteksi jamur pada wallpaper memang cukup sulit, terlebih untuk wallpaper berwarna gelap dan tebal. Salah satu caranya melalui bau. Jamur yang berkumpul dan banyak biasanya mengeluarkan bau tanah yang khas. 


5. Kitchen Sink




Bagian yang sering menjadi tempat tumbuhnya jamur yang terakhir adalah kitchen sink. Selain di bagian bawah bak, bagian sink yang sering ditumbuhi jamur adalah di pipa lubang air.


Membersihkan pipa lubang air dari jamur memang cukup sulit karena tidak terlihat. Untuk membersihkannya, kombinasi cairan cuka dan baking soda bisa digunakan.


Caranya adalah tuang 1/2 gelas baking soda lalu ikuti dengan 1/2 gelas cuka. Lalu tutup lubang air kurang lebih 10 menit. Terakhir tuangkan air panas yang telah dicampur 1/2 gelas garam.


Teaser: Pellet Branch