Sedang merasa dilema saat ingin renovasi dapur dan tidak tahu harus melakukan apa duluan? Tenang, ikuti tips di bawah ini karena ada contoh renovasi dapur serta hitungan biaya yang perlu dikeluarkan.

Dapur adalah salah satu ruangan yang wajib ada dalam sebuah rumah. Dulu, dapur berfungsi hanya sebagai tempat untuk memasak atau menyantap hidangan. Namun dewasa ini, fungsi itu pun semakin bergeser hingga kini dapur dianggap sebagai jantung rumah dengan desain yang mengikuti tren dan gaya hidup.






Terlepas hobi masak atau tidak, memiliki dapur cantik tentu idaman bagi semua orang. Karena dapur pun sekarang sering kali dijadikan ruang tamu kedua untuk menjamu para kerabat saat datang ke rumah. Selain desain dapur secara keseluruhan, pemilihan dekorasi dan storage di dapur juga mengambil andil yang besar untuk membuat dapur terlihat cantik dan menyenangkan.

Jadi yuk, bikin dapurnya jadi cantik dan semangat masak.


1. Harus matang kaya masakan

Ditimbang-timbang dulu, segitu perlunya gak untuk renovasi. Pastikan dulu emang udah mantap mau renovasi karena butuh investasi yang lumayan besar. Bisa-bisa minimal 30 juta (tergantung ukuran dapur dan rate tiap jasa) untuk buat dapur baru. Kok mahal? Tenang! Baca tips berikutnya dulu.


2. Harus keluarkan berapa sih?

Tergantung ukuran dan jasa yang membuat dapur. Mostly, mereka akan mengukur per meter lari. Sesuaikan dengan budget. Pilihan finishing bisa berpengaruh. 


  • Kabinet bisa pakai HPL, takon, cat duco.
  • Top table bisa pilih marmer slab, granit, solid surface, atau keramik.
  • Backsplash bisa menggunakan mozaic tile atau material yang sama dengan top table. 



Baca juga, 8 Cara Jitu Renovasi Rumah dengan Cat Putih. Berhasil!


3. Yuk, berhitung

Jadi misalnya harganya Rp 2,8 juta per meter lari (rata-rata, bisa lebih murah atau mahal) dan ukuran dapurnya 3 meter.




Kabinet atas = 2,8 juta x 3 meter
Kabinet bawah = 2,8 juta x 3 meter
Backsplash keramik = 300.000 x 4 meter (plus dinding samping meja / letter U)
Top table marmer slab = 1,5 juta x 3 meter
Total 23 juta


4. Bisa manfaatkan dapur lama?

Bisa aja. Tapi belum tentu jadi diskon 50%, karena ada biaya bongkar, memperbaiki, refinishing. Konsultasikan dulu dengan desainer atau kontraktor yang mengerjakan: apakah kabinet lama masih layak pakai? Pastikan tidak rayapan, lapuk, atau keropos. Hitung mana yang lebih efisien (waktu dan biaya)



5. Jangan asal murah

Selain pilih finishing yang long lasting, jangan tergiur barang murah saat beli kitchen appliances. Jika mau ganti sink, kompor, dan cooker hood baiknya beli brand yang terpercaya. Karena ga mungkin kan ganti kompor tiap 2 tahun sekali? Once again, ngisi dapur adalah investasi jangka panjang. Tapi sesuaikan kemampuan ya


Baca juga, Tips Memilih Kompor untuk Dapur, Jangan Sampai Salah!


6. Posisi sink dan dapur tetap sama

Kalau renovasi, baiknya jangan banyak ubah posisi kompor dan sink karena biaya akan membengkak untuk ganti saluran air dan pembuangan asap. Tapi kembali lagi ke budget dan minat. Kalau layout dapur lama kurang nyaman atau memang sekalian pindah area, boleh saja. Contohnya pada gambar di bawah ini, posisi sink & kompor tetap sama walau dapur dirombak total.




7. Layout dapur yang benar

Info tepat juga untuk yang buat dapur baru. Posisi dapur harus sesuai dengan aktivitas Penyimpanan - Persiapan - Masak