Pameran CASA Indonesia adalah premium living exhibition yang telah berkembang menjadi sebuah ajang pertemuan para praktisi desain interior, arsitektur, dan produk serta penikmat desain dalam satu kesatuan acara.


Pameran ini menghadirkan koleksi dari brand produk lokal dan internasional, serta jajaran karya anak bangsa dalam komposisi penataan instalasi seni yang berkelas.







Sudah menjadi acara yang dinantikan bagi para praktisi dan penikmat desain, tahun 2016 adalah tahun ketujuh bagi pameran CASA Indonesia diselenggarakan di ballroom Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada tanggal 1-4 Juni 2016.


Sedangkan tahun ini, CASA Indonesia 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 1-4 Juni 2017 di lokasi yang sama.



Sebelumnya pameran ini dikenal dengan CASA by Bravacasa, namun kini berganti menjadi CASA Indonesia. Konsep pameran masih dalam benang merah yang sama, namun dari tahun ke tahun pameran ini terus berkembang, dari segi jumlah pengunjung, nama-nama besar yang terlibat sebagai exhibitors, dan masih banyak lagi.




Dengan tema simplexity, Cosmas D. Gozali selaku exhibition director dan Diana Nazir sebagai creative director adalah pihak-pihak di balik kesuksesan konsep pameran ini. Dukungan dari Dulux Ambiance, Istituto Marangoni, Ritz-Carlton Pacific Place, dan Bank Mandiri pun berperan besar dalam wujud pencapaian yang berbeda-beda.




Apa saja yang dapat Anda nikmati di pameran ini?



1. Designer Showcase

Hampir 30.000 pengunjung dijamu oleh instalasi desinger showcase dari sembilan tokoh berprofesi desainer, arsitek, dan seniman. Menggaet nama-nama besar dalam bidang arsitektur, desain, dan seni, CASA Indonesia digubah menjadi ruang atraktif lebih dari sekadar pameran pada umumnya.




Para pakar yang terlibat membuat sebuah instalasi atau gubahan ruang yang memiliki konsep unik. Nama-nama yang terlibat tahun lalu yaitu Cosmas D. Gozali, Bitte Design Studio, Realrich Sjarief, Ines Katamso, Ayu Sawitri Joddy, Wilis Kusuma, Whatever Workshop, Iwan Sastrawiguna, dan Umar Zain.



2. Cook & Design

Bergeser sedikit ke sisi kanan foyer, terdapat lima instalasi Cook & Design. Zona ini menyajikan sebuah instalasi yang memadu berbagai elemen desain berkaitan dengan peralatan makan serta dunia kuliner dalam sentuhan seni.




Berlatar mural tiga dimensi persembahan Toto Kitchen yang menceritakan proses desain furnitur dapur teranyar, Cook & Design menampilkan instalasi tatanan meja kontemporer karya Dara Setyohadi, Bimo Singgih, Roland Adam, Diana Nazir, dan Felix Tjahjadi.


3. Exhibitors

Tahun 2016, setiap booth dikurasi hingga detail agar memiliki bahasa yang sama walau dengan gayanya masing-masing. Pada akhirnya 39 exhibitors memberikan tampilan yang begitu memuaskan dan berskala pameran internasional.


Sebanyak lebih dari 500 produk telah dibawa pulang dan menghiasi ruang para pengunjung. Di penghujung acara, diumumkan pemenang desain booth terbaik, yaitu:


Republic of Fritz Hansen membawa penghargaan The Most Simplexity


Uniart sebagai The Most Unique



Kayou sebagai The Most Innovative.




4. Workshop



Berkeliling pameran CASA Indonesia 2016 tak lengkap jika tak merasakan salah satu ruang yang menantang kreativitas pengunjung dalam partisipasi workshop persembahan Ganara Art Space bersama Dulux Ambiance.



Tahun 2016 ada workshop Architectural Mural Painting, Pattern Stencil Painting on Cushion, Perspective Watercolor Painting, dan Recycled Glass Bottle Lights.



5. CASA Design Challenge dan booth alumni CASA Design Challenge

CASA Design Challenge (CDC) adalah kompetisi yang diadakan oleh pameran CASA Indonesia dan terbagi menjadi tiga kategori, yaitu furniture, kitchenware, dan lighting.




Berawal sebagai finalis CASA Design Challenge dari ragam waktu, kesepuluh desainer muda ini merancang lampu dengan bentuk-bentuk yang menarik.


Terletak di sudut ballroom Ritz Carlton Pacific Place lainnya, para alumni CDC mengusung tema Tanah Air dengan sentuhan kontemporer di ajang CASA Indonesia 2016 lalu.





6. Young Designer

Selain CASA Design Challenge (CDC), CASA Indonesia juga mengajak para mahasiswa untuk terlibat dalam pameran ini. Perbedaannya dengan CDC adalah pameran ini berbentuk kelompok dan mengatasnamakan universitas atau institusi pendidikan.



Beberapa kampus yang rutin terlibat dalam pameran ini seperti Binus University, La Salle College, Raffles Institute of Higher Education, Universitas Esa Unggul, dan masih banyak lagi. Dalam satu booth, biasanya universitas mempersembahan tiga perwakilan dengan produk terbaik.


7. Urban Sketcher

Berlatar belakang arsitek dan desainer interior, para urban sketcher ini mentransformasikan suasana kota dan arsitektural gedung ke dalam secarik kertas. Terdapat live sketching saat pameran dan para exhibitor juga sering menceritakan tentang karya-karya mereka.




Nama-nama di balik booth berpanel cardboard ini adalah Rudy dodo, Wahyu Sri Paryanto, Seto Parama, Iqbal Amirdha, Coretanino, Muhammad Thamrin, Artyan Trihandono,Yandi Prayudhi, dan Azis Tirta Atmadja. Semua exhibitor ini adalah arsitek dan desainer interior dari berbagai penjuru kota di pulau Jawa yang dipertemukan oleh komunitas dan hobi.


8. Architectural Project

Zona ini menyajikan pameran karya sejumlah arsitek terpilih dengan tema yang terus berubah setiap tahunnya. Di zona ini, para pengunjung disuguhi pemahaman baru mengenai perspektif tren terkini di bidang arsitektur.




Pengenalan studi tersebut mencakup sketsa hingga konstruksi yang merupakan esensi dari seni arsitektur. Para arsitek membawakan maket, gambar kerja, sketsa, serta cerita unik di balik karyanya.



9. CASA Talk

Di antara gubahan desain dan pameran produk-produk pada penyelenggaraan CASA Indonesia 2016, terdapat sebuah seminar inspiratif yang diadakan selama 4 hari berturut-turut.




Dalam satu hari terdapat 3-4 topik menarik yang dibawakan oleh para pakar, baik itu desainer, arsitek, entrepreneur, public figure, maupun profesi lainnya. Setiap seminar selalu diselenggarakan di panggung utama CASA Indonesia 2016 dalam kurun waktu 1-2 jam.



10. Indonesia Design Corner

Sejumlah karya para kreator muda lokal yang sedang dan mulai meretas di kancah bidang desain, seperti Savira Lavinia, Sugeng Untung, dan Ary Hadiwinata, terpampang dalam satu wadah. Dikuratori oleh Rina Renville, yang juga merupakan juri Casa Design Challenge 2016, Indonesia Design Corner menjadi salah satu pusat perhatian pada perhelatan CASA Indonesia 2016.



Sebagai wadah khusus bagi para desainer muda Indonesia untuk berkolaborasi, Indonesia Design Corner turut menjadi media untuk memprediksi skenario kreatif dan inovatif serta menafsirkan trend forecast dalam koleksi desain produk dan interior.


Foto oleh CASA Indonesia