Kejutan baru dihadirkan oleh Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) di Ruang Seni Anak Komisi Museum MACAN UOB.


Resmi dibuka untuk publik pada 1 Maret 2019, museum berkolaborasi dengan seniman asal Malaysia bernama Shoosie Sulaiman dalam menghadirkan ruang instalasi bertajuk Main Getah atau Rubberscape.




Kiri-kanan: Aprina Murwanti (Head of Education and Public Programs), Shooshie Sulaiman (Seniman), Maya Rizano (UOB Indonesia), dan Aaron Seeto (Director Museum MACAN) / Museum MACAN

Kiri-kanan: Aprina Murwanti (Head of Education and Public Programs), Shooshie Sulaiman (Seniman), Maya Rizano (UOB Indonesia), dan Aaron Seeto (Director Museum MACAN) / Museum MACAN


Ruang ini berisikan bukit tanah yang ditaburi dedaunan serta dilengkapi dengan beragam aktivitas seni untuk anak-anak dan dewasa. Siapa yang pernah menyangka dapat menemukan lansekap sungguhan seperti ini di dalam sebuah museum bergaya modern. 


Main Getah atau Rubberscape dalam Ruang Seni Anak Komisi Museum MACAN UOB / Museum MACAN

Main Getah atau Rubberscape dalam Ruang Seni Anak Komisi Museum MACAN UOB / Museum MACAN


Melalui karya instalasi ini, seniman yang pernah ikut serta dalam Documenta pada tahun 2007 ingin mengangkat dua isu penting.


Bermain balon di area bukit dalam Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN

Bermain balon di area bukit dalam Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN


Isu tersebut adalah mengenai cerita sejarah negara-negara di Asia Tenggara yang begitu erat dengan industri karet dan sekaligus mencerminkan memori masa kecil Shoosie saat bergumul menikmati beragam permainan tradisional.







Sang seniman berharap anak-anak dapat merasakan langsung sensasi dan bau yang tercipta saat bermain di area lansekap ini. Hal ini selaras pula dengan keinginan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi hubungan antara manusia, lingkungan, dan seni melalui media permainan.


Salah satu pengunjung anak yang sedang bermain dengan stempel di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN

Salah satu pengunjung anak yang sedang bermain dengan stempel di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN


Di dalam ruang ini, beragam aktivitas berkaitan dengan seni dapat diikuti. Di antaranya adalah bermain congklak, adu biji karet, berkreasi dengan stempel terbuat dari karet, membuat jalinan karet gelang yang dapat dipergunakan untuk bermain lompat tali, lalu yang terakhir adalah lokakarya membuat balon dari lateks alami. Khusus untuk lokakarya, pengunjung berkesempatan untuk ikut serta pada tiap hari Minggu.


Bermain dengan stempel di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN

Bermain dengan stempel di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN


Berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Karet (PPK) sebagai penyedia material dalam ruang seni ini, Aaron Seeto selaku Direktur Museum MACAN mengharapkan instalasi ini dapat menghantarkan pengalaman interaktif bagi anak-anak dalam bermain bersama karet.


Adu biji karet, salah satu permainan di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN

Adu biji karet, salah satu permainan di Ruang Seni Anak Museum MACAN / Museum MACAN


Melalui karya ini, anak-anak mampu berinteraksi dan memahami secara tidak langsung bagaimana material karet berperan besar dalam perkembangan ekonomi, teknologi, serta berhubungan sangat erat dengan sejarah di Indonesia, begitu pula di Asia Tenggara.


Foto teaser dan Dokumentasi oleh Museum MACAN