Para mahasiswa prodi Arsitektur Universitas Pelita Harapan (UPH), bercerita tentang pengalaman mereka mengikuti Korean Student Exhange yang dihelat Agustus-Desember 2019.


Program tersebut bisa terselenggara berkat kerja sama antara UPH dengan Seoul National University of Science and Technology yang sudah dilakukan dari Desember 2018 lalu.







Empat mahasiswa prodi Arsitektur angkatan 2017, yaitu Gilbert, Jesslyn, Jessica Lee, dan Nathanael yang dipilih mengaku banyak mendapatkan pengalaman baik dari segi akademik dan juga budaya.


Di Korea, mereka bersama mahasiswa lokal lainnya menggarap proyek bertema co-living. Gedung co-living, menurut Gilbert, "[...] merupakan konsep bangunan yang tidak hanya fokus pada satu jenis lingkungan, tetapi dalam satu bangunan terdapat banyak orang dari latar belakang yang berbeda."


Baca juga: Solusi Rumah Masa Kini Bagi Kaum Milenial




Melalui proyek tersebut, mereka mengganbungkan tipologi bangunan ala Korea yang dikombinasikan dengan ilmu arsitektur yang sudah mereka dapat di Indonesia.




Di dunia, konsep co-living memang semakin populer. Tingginya harga sewa apartemen dan makin terbatasnya tanah membuat para kaum muda mulai memilih co-living sebagai cara tinggal.


Di Korea sendiri, biro arsitektur asal Seoul, Bo-Daa menciptakan kompleks co-living bernama Treehouse pada 2019. Di gedung berbentuk seperti pohon cemara tersebut, para penghuni memiliki kamar privat dengan ruang-ruang umum yang bisa dibagi bersama-sama.


Foto & Teaser: Dok. Universitas Pelita Harapan