Memiliki sebuah hunian dengan desain yang menyesuaikan pola hidup sehari-hari serta terdapat sentuhan personal tentu menjadi idaman penghuninya.

Seperti pada proyek residensial karya Wahana Architects kali ini, Ben House. Rumah ini merupakan proyek renovasi dengan adanya penambahan fungsi baru dari rumah sebelumnya.







Program ruang yang cukup kompleks dihadirkan dalam bangunan seluas 800 meter persegi. Rumah ini didesain hingga tiga lantai, dengan tiap lantai mewakili zona ruang tertentu. Lantai dasar sebagai area servis, lantai dua sebagai area semi privat, dan lantai tiga sebagai area privat.


Baca juga, Desain Apartment Kekinian yang Buat WFH Jadi Nyaman




Pemanfaatan lahan yang luasnya hanya setengah dari luas bangunan, menjadi tantangan tersendiri bagi arsitek. Untuk mengakalinya, area utama seperti ruang tamu dan ruang makan didesain seperti teras besar yang di apit oleh dua teras luar yaitu, dari arah pintu masuk dan teras yang mengarah ke kolam renang serta vertical garden.




Penggunaan material transparan seperti kaca sebagai pembatas dua sisi teras terkesan kasual dan ringan. Begitu juga dengan desain pintu utama yang masih menggunakan elemen kaca yang didesain 'tidak biasa' namun tetap tidak mengurangi kesan privat pada ruang dalam. Pengalihan ruang yang natural juga terasa dengan adanya perbedaan material flooring antara teras luar dengan kayu dan ruang dalam dengan marble.


Baca juga, Inspirasi Hunian Bergaya Victoria? Simak Artikel Ini!






Beranjak ke lantai tiga yang merupakan area privat terdapat ruang keluarga dan study room yang terletak di antara kamar tidur utama dan kamar anak. Ruang transisi ini ialah tempat sehari-hari pemilik berkumpul dengan keluarga.




Baca juga, Rumah Kembar untuk Kakak Beradik, Serupa Tapi Tak Sama!


Pemandangan yang asri menampilkan vertical garden-terusan dari teras luar di lantai dua ini dengan mudah dilihat dari ruang keluarga. Sirkulasi udara dan cahaya matahari alami leluasa masuk karena banyaknya bukaan baik pada lantai dua dan tiga sehingga rumah senantiasa sejuk.




Desain fasad juga unik dengan dua elemen massa asimetris yang berbeda. Bentuk atap sebagai pengalihan tampak depan ini menyerupai boks kayu dengan aksen plat besi bermotif yang berfungsi sebagai penghalau sinar matahari langsung dari barat. Atmosfer ruang secara keseluruhan baik dari fasad hingga interior rumah memberikan sentuhan eklektik tersendiri yang terkesan kontemporer namun tetap membumi.


Teks oleh Kiki Pakaya
Foto oleh Fernando Gomulya (Dok. Wahana Architects)
Arsitektur oleh Gerard Tambunan & Rudy Kelana – Wahana Architects
Desain Interior oleh Agus Gunawan