Ketika mengikuti sayembara gagasan desain Ibu Kota Negara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tim Urban+ punya ide yang cukup sederhana. Biro desain yang digagas Sibarani Sofian dan Adzuna Sinaga ini ingin ibu kota terbaru Indonesia nanti menjadi bagian tidak terpisahkan dari jantung hutan Kalimantan.


Menggandeng ahli tata kota dari banyak negara seperti Scott Christopher Dunn (Kanada), Li Xiaoqing (Singapura), dan Poh Seng Tok (Singapura), konsep desain Nagara Rimba Nusa yang rencananya akan berdiri di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ini pun berhasil memenangkan sayembara.







Nagara Rimba Nusa bisa diartikan sebagai kota yang menggugus seperti pulau di antara hutan. Menurut Rahman Andra Wijaya, direktur lanskap dari Urban+, Kawasan Ibu Kota Negara (KIKN) seluas 40.000 hektare ini akan dibagi ke dalam enam kawasan dengan karakter berbeda-beda.


Baca juga: Menakjubkan! Ini 5 Kota dengan Desain Terbaik


Mengingat Kalimantan merupakan kawasan hutan hujan terbesar di Asia, konsep membaurnya kehidupan manusia dengan alam tidak hanya dimanifestasikan di dalam lanskap yang menghadirkan 58% kawasan hijau di pusat pemerintahan, tetapi juga di dalam arsitektur dan infrastrukturnya.






Konsep biomimicry hutan hujan tropis menghadirkan infrastruktur dengan sistem perakaran dan jaringan yang efisien. Area yang teduh di dasar hutan misalnya, diwujudkan melalui konsep arsitektur permeabel yang sejuk untuk menyiasati panasnya kawasan Kalimantan.




Setiap gedung-gedung juga terhubung melalui sistem koneksi multi lapis yang membuka peluang pergerakan manusia antar bangunan tanpa harus ke lantai dasar.


Baca juga: Transformasi 5 Kota Megah Tiongkok


Hadir pula ruang-ruang publik di sepanjang jalan utama yang melintang dari Danau Pancasila menuju Istana Indonesia Raya. Plaza Bendera, Museum Perjuangan, hingga Galeri Nasional menjadi tempat bertemu dan berinteraksinya warga yang datang dari berbagai macam daerah di Indonesia. Proyek pembangunan Ibu Kota Negara sendiri baru dimulai pada akhir 2020 dan pada 2024, proses pemindahan ibu kota sudah bisa dilakukan.




Sumber dan Teaser: Kementerian PUPR