Para desainer furnitur terus mengembangkan karya furniturnya untuk terus bermanfaat dan laku di pasaran. Tak jarang pula para desainer mengembangkan idenya dari inspirasi karya terdahulu, salah satunya adalah Gravity Balans, the OG of reclaimed chair pada masanya.


Baca juga: Kursi Legendaris Yang Paling Banyak Dipalsukan





Dibuat pada tahun 1983, Gravity Balans merupakan kursi tunggal yang dapat mengakomodasi relaksasi dan produktivitas penggunanya. Sang desainer Peter Opsvik mengklaim bahwa Gravity memiliki multifungsi dengan empat sudut yang dapat diatur sesuai postur duduk, mulai dari berlutut hingga terlentang sepenuhnya.





Baca juga: 10 Kursi Tamu Minimalis dengan Desain Keren


Ketika menduduki kursi ini, pengguna mendapatkan pengalaman ‘duduk’ hingga mendekati titik keseimbangan paling dekat dengan bumi. Jika pengguna bergeser sedikit saja, maka bentuk kursi akan mengikuti postur tubuh dan membawa pengguna ke posisi berikutnya.






Ketika pengguna bersandar ke depan, kursi ini dapat digunakan sebagai kursi berlutut. Bersandar ke belakang sedikit, maka kursi ini membantu pengguna untuk duduk tegak. Jika ingin bersandar, dorong perlahan berat dari badan hingga menyentuh posisi seimbang dan pengguna dapat terlentang sepenuhnya dengan kursi yang bergoyang lembut sebagai respon terhadap ritme pernapasan penggunanya.




Baca juga: Ini Dia 12 Desain Kursi Kantor dari Batik!


Kursi ini bukan hanya kursi malas atau easy chair biasa, karena penyangga kursi di bagian pinggang yang menahan pengguna dalam posisi terlentang. Bagian sandaran kepala dan sandaran badan dibuat miring memberikan kebebasan bergerak untuk lengan dan bahu. Kursi ini juga tidak memiliki komponen mekanis, hal ini memungkinkan pengguna mengatur kursi ini secara alami dengan gerakan tubuh sendiri.




Kursi ini tersedia dalam warna kayu natural atau hitam, dengan berbagai macam warna kain pelapis. Kayu terbuat dari lapisan kayu beech dan kayu lapis yang dilaminasi dengan kekuatan berkualitas yang memungkinkan kursi ini tahan di cuaca panas dan tekanan sekalipun. Dengan teknik pengerjaan ini, memungkinkan bentuk ekstrem pada kursi sekaligus memberikan fleksibilitas untuk pengalaman duduk yang dinamis.



Sumber foto: Varier
Teks oleh: Atsmara Tsaniya