Di kawasan Ubud yang masih terjaga keasriannya, hadir tampilan arsitektur membumi yang rupawan dari Titik Dua. Sebagai design hotel yang baru saja beroperasi pada April 2020 lalu. Para pendiri Titik Dua ingin menciptakan hotel yang mengakar kuat dengan budaya dan keasrian Ubud.

Hal tersebut lalu diterjemahkan dengan baik oleh studio andramatin dengan Andra Matin sebagai lead architect-nya. Dari luar, semangat Andra Matin untuk mengeksplorasi material-material lokal jelas terlihat lewat penggunaan susunan bata merah ekspos sebagai material utama.







Selain memberikan nuansa sejuk karena mampu menyerap panas dengan baik, bangunan Titik Dua terlihat dapat membaur dengan pemukiman di sekitar dan rerimbunan hutan palem di belakangnya.

Konsep mengakar kuat ia terjemahkan dengan desain hotel yang sebisa mungkin tidak mengganggu objek di sekitarnya. Untuk menghormati galeri seni yang tepat berada di tengah area hotel, Andra Matin mendesain lorong sepanjang 45 meter yang melayang di atas permukaan tanah.






Lorong yang menghubungkan pintu masuk dengan bangunan utama hotel tersebut memang menjadi daya tarik unik yang ditampilkan hotel ini. Lewat susuran bata merah yang membentuk balok sempurna, absennya sinar matahari yang masuk menampilkan nuansa spiritual yang menenangkan.

Untuk tahu review lengkapnya dan wawancara eksklusif dengan para desainer dan arsitek, temukan di CASA Indonesia Printed Edition 2021. Buku ini bisa Anda beli secara online melalui WA Business MRA Media dan toko buku terdekat.


Teks oleh: Muhammad Fauzan Aziz
Sumber foto: Titik Dua