Berlanjut dari kesuksesan dengan pameran perdananya yang bertajuk Seni Berubah, Dunia Berubah, Museum MACAN kembali terbuka untuk publik bersama karya seniman populer dari Jepang, Yayoi Kusama. Pameran ini berjudul Yayoi Kusama: Life is The Heart of A Rainbow yang menampilkan lebih dari 130 karya beliau. 


Pameran dibuka bersama kata sambutan dari Yang Mulia Masafumi Ishii (Dubes Jepang untuk Indonesia), Ibu Fenessa Adikoesoemo (Ketua Yayasan Museum MACAN), Bapak Aaron Seeto (Direktur Museum MACAN), Bapak Mediko Azwar (Marketing Director, Grab Indonesia), Bapak Haryanto Adikoesoemo (Pendiri Yayasan Museum MACAN) dan Bapak Triawan Munaf (Kepala Bekraf).






Sebelum berlabuh di Jakarta, Yayoi Kusama: Life is The Heart of A Rainbow hadir di National Gallery Singapore (NGS) dan Queensland Art Gallery | Gallery of Modern Art (QAGOMA) pada tahun 2017. 


Flowers That Bloom Tomorrow (2016)

Love Forever 


Melalui pameran kali ini, Museum MACAN ingin berbagi kisah perkembangan seorang Yayoi Kusama sebagai seniman selama kurang lebih 70 tahun. Pameran di bagi dalam beberapa segmen, yaitu Early Works, Infinity Nets, Experiments in Japan, Love Forever, My Eternal Soul, dan The Obliteration Room.


Saat menelusuri karya seniman eksentrik dari Jepang dalam pameran ini, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana sang seniman mengeksplorasi obsesinya atas polkadot, figur labu, serta motif yang terus berulang. Dalam karyanya, Yayoi Kusama sangat dipengaruhi oleh kondisi dirinya yang kerap kali melihat halusinasi titik dan warna saat melihat lingkungan di sekitarnya. Kondisi tersebut tidak membatasi sang seniman,justru dijadikan sebagai amunisi untuk mengeksplorasi sisi artistik dalam dirinya. 


Sesaat setelah memasuki area pameran Yayoi, Anda akan menemui taman patung museum MACAN yang diisi dengan karya Dots Obsession – Infinity Mirrored Room serta bola berukuran raksasa berwarna kuning yang dipenuhi dengan titik-titik hitam.


The Spirit of The Pumpkins Descended Into The Heavens (2015)


Masuk lebih jauh ke dalam pameran, Anda perlu berhati-hati dalam melangkah karena akan dikejutkan dengan karya ikonis Yayoi Kusama yaitu The Narcissus Garden (1966/2018). Karya ini pertama kali ditampilkan oleh Yayoi Kusama di Venice Biennale ke-33 (1966) dengan intensi sebagai kritik atas produksi, pameran dan sirkulasi seni dalam komersialisasi yang terus meningkat.




The Narcissus Garden (1966/2018)


Dalam segmen Early Works, Museum MACAN memperlihatkan karya yang diakusisi oleh museum dan belum pernah dipamerkan sebelumnya yaitu, Flower (1953) dan Untitled (Child Mannequin) (1966).


Untitled (Child Mannequin) (1966)


Apakah Anda menemukan karya Yayoi Kusama yang kini dijadikan sebagai poster untuk pameran?

Sebagai petunjuk, Anda akan menemukan karya tersebut saat menuju segmen terakhir pameran.

Berjudul Life is the Heart of A Rainbow (2017), karya ini merupakan bagian dari koleksi My Eternal Soul yang kini telah berjumlah 500 lebih karya dan masih terus berlanjut dijelajahi oleh Yayoi Kusama.


My Eternal Soul Series


Selain menikmati secara visual, pengunjung juga bisa berpartisipasi bersama karya dalam The Obliteration Room (2002-sekarang) dengan menempelkan stiker polkadot warna-warni di permukaan putih pada seluruh ruangan.


The Obliteration Room (2002-sekarang)


Datangi pameran Yayoi Kusama: Life is The Heart of A Rainbow yang berlangsung hingga 9 September 2018 nanti bersama keluarga atau teman-teman Anda. Serta simak terus berbagai rangkaian acara dan peraturan-peraturan yang patut Anda ketahui saat berkunjung ke pameran ini melalui sosial media Museum MACAN.


Foto dok. CASA Indonesia, Museum MACAN