Berada di kota Jishou, ibu kota Xiangxi, Hunan, Cina, merupakan tempat Museum Seni Jishou berada. Sungai Wanrong yang mengalir ditengah-tengah pun menjadi lokasi yang strategis untuk museum ini. 


Baca juga, Mengunjungi Museum di Tengah Gunung, Lumen Museum






Museum yang selesai pada April 2019 lalu, merupakan hasil inisiasi dan sumbangan dari seorang seniman bernama Huang Yongyu. Pameran pembukaan museum yang dibuat oleh arsitek Yung Ho Chang dan Lijia Lu ini akan diselenggarakan di musim panas nanti.




Tentunya menjadi museum yang menghubungkan dua sisi kota ini pun berfungsi menjadi jembatan bagi pejalan kaki. Sebagaimana institusi kontemporer khas China, museum dan teater yang ada harus diperlakukan sebagai monumen yang bisa berdiri bebas.




Di Jishou sendiri, sebuah museum seni tidak boleh diisolasi jadi museum ini pun dimasukkan ke dalam struktur perkotaan yang dibangun dengan bangunan yang berbaris disepanjang Sungai Wanrong. Tentunya berawal dengan pertimbangan pemerintah kota akan zona pengembangan diluar kota, arsitek pun berhasil mengusulkan pembangunan museum.




Baca juga, Signify Maksimalkan Interact Landmark Untuk Pariwisata




Jembatan tertutup sendiri sudah menjadi tradisi di wilayah pegunungan Cina yang diberi nama Fengyu Qiao berarti jembatan angin-dan-hujan. Dan jembatan itu tidak hanya menjadi penyebrang antar dua sisi yang dibelah oleh sungai atau lembah, tetapi menjadi ruang publik. 




Museum Seni Jishou ini terdiri dari dua bagian jembatan, satu diatas yang lainnya. Selain menjadi jalan untuk menyebrang, disini tersedia beragam macam ruang tambahan untuk museum seni ini sendiri, seperti aula masuk, kantor administrasi, toko, bahkan tea room yang bisa diakses oleh orang-orang.


Teks: Desy Rufaida
Sumber foto & foto teaser: FangFang Tian / dok.archdaily