Pandemi COVID-19 tidak seharusnya membatasi ibadah dan aktivitas keagamaan Anda di bulan Ramadan. Tidak hanya beribadah di rumah, belajar sejarah tentang perkembangan agama Islam di Indonesia juga perlu dilakukan.


Masjid Istiqlal merupakan masjid yang diprakarsai Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno dan dirampungkan pada 22 Februari 1978. Di masa pandemi ini, pihak Masjid Istiqlal telah mengeluarkan pernyataan resmi jika masjid ditutup untuk sementara.





Meski ditutup, Anda tetap bisa mempelajari fakta-fakta unik terkait Masjid Istiqlal yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut CASA Indonesia menghimpun 5 fakta tersebut. 


1. Dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban



Muslim Obsession


Pada tahun 1955, Bung Karno ingin membuat masjid yang menjadi simbol kerukunan antar umat beragama. Ia lalu mengadakan sayembara maket untuk desain Masjid Istiqlal dan desain Friedrich Silaban bertajuk "Ketuhanan" terpilih.


Baca juga: 5 Tips Mendesain Musholla untuk Rumah Minimalis


Dilansir Kompas, Silaban mengatakan jika arsitektur Masjid Istiqlal tidak datang dari mana-mana. Ia hanya mengikuti kaidah arsitektur dan berdasarkan apa yang dikehendaki umat Islam akan bentuk masjid. 


2. Kembarannya berada di Bosnia-Herzegovina



Republika


Tidak hanya berada di Indonesia, Masjid Istiqlal juga memiliki "kembaran" di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina. Masjid yang namanya sama tersebut diresmikan oleh Presiden Megawati pada 2001.


Masjid tersebut merupakan hadiah yang diberikan Presiden Soeharto untuk Bosnia saat dilanda perang berkepanjangan.


3. Memiliki terowongan yang terhubung dengan Gereja Katedral



Suara




Sebagai simbol silaturahmi antar kedua umat beragama, Presiden Jokowi mencanangkan pembangunan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta.


Meski pembangunannya dikritik oleh banyak kalangan, pembangunan terowongan tersebut direncanakan rampung pada April 2020. Namun akibat pandemi COVID-19, belum ada kabar lebih lanjut kapan proyek tersebut akan rampung.


4. Mengusung gaya Brutalisme



Wikipedia


Selepas Indonesia merdeka, Presiden Soekarno punya visi akan Indonesia yang modern. Visi tersebut ditampilkan oleh arsitektur yang mengedepankan material beton-beton ekspos, termasuk Masjid Istiqlal.


Baca juga: Sebelum Puasa, Cek 20 Dessert Terkenal di Seluruh Dunia


Gaya arsitektur Brutalisme berkembang dari pemikiran arsitek-arsitek modernis pada tahun 1950an. Brutalisme yang mengedepankan bangunan-bangunan fungsional menjadi bentuk perlawanan terhadap arsitektur tradisional yang muncul sebelumnya. 


5. Pembangunannya sempat tertunda



Trip Savvy


Tidak hanya Masjid Istiqlal, Indonesia mulai melaksanakan pembangunan besar-besaran saat dipimpin Presiden Soekarno. Pembangunan tersebut di antaranya adalah Monas, Masjid Istiqlal, kompleks Istora Senayan.


Di dalam buku "Sewindu dekat Bung Karno" (1988) yang ditulis Bambang Widjanarko, Presiden Soekarno memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan Monas terlebih dahulu dibandingkan Masjid Istiqlal.


Monas lalu berhasil rampung pada 1961. Beberapa tahun kemudian, krisis dan pergantian kepemimpian membuat pembangunan Masjid Istiqlal sempat tertunda dan baru rampung hingga 1978.


Teaser: Wikipedia