Seperti banyak cerita rumah kecil, banyak yang sudah mencoba untuk mewujudkan sebuah rumah kecil yang fungsional dari sebuah kontainer, karavan, dan rumah berukuran kecil pada umumnya. Kali ini pasangan fotografer/videografer Daniela Testa dan Ales Pokora, pemilik perusahaan fotografi Frame Chasers, membangun rumah kecil mereka dengan material non-toxic dan sustainable.






Mereka memulai membangun rumah kecil mereka di awal tahun 2019 sampai Desember 2019. Bukan sebuah rumah kecil biasa, mereka membangun rumah mereka pada sebuah karavan atau camper van yang saat ini telah mereka tinggali selama 4,5 bulan.



Memiliki lifestyle yang waspada terhadap lingkungan dan kesehatan mereka, memastikan mereka untuk membangun rumah kecil mereka secara ramah lingkungan dan tidak akan membuahkan senyawa berbahaya yang dapat mencemar lingkungan dalam beberapa tahun yang akan datang. Simak cara mewujudkan rumah kecil pada karavan yang ramah lingkungan seperti Daniela dan Ales!



Baca juga: Inspirasi Desain Hemat Tempat untuk Rumah Kecil


1. Pengunaan kayu non-toxic

Sebagian banyak kayu tripleks, yang menjadi dasar dari banyak proyek bangunan termasuk mobil van, memiliki senyawa formaldehida dalam lemnya yang dapat membahayakan jika mencemar lingkungan sekitar. Maka dari itu mereka memilih untuk mencari kayu tripleks dari perkebunan lokal yang terkandung nol emisi formaldehida.




Tentu menjadi sedikit sulit untuk mencari kayu tersebut di berbagai banyak tempat karena jarang memproduksi barang secara berkelanjutan. Untuk mempermudah memilih kayu, mereka memilih kayu pinus dan oak Tasmania yang telah tersertifikasi oleh FSC.



2. Living space compact namun nyaman berkat dekor ramah lingkungan

Campervan home mereka secara keseluruhan dibuat ramah terhadap lingkungan termasuk matras tempat tidur, sarung bantal, sprei, dan selimut. Tempat tidur yang menggunakan matras lateks organik, di pagi hari ditransformasikan menjadi ruang kerja atau sofa yang nyaman lengkap dengan dekorasi yang terbuat dari bahan organik juga.





Sudah banyak brand dekor rumah dan kamar tidur secara terbuka mengklaim memproduksi secara ramah lingkungan. Produk-produk ini juga tidak kalah estetik dan cantik dalam hal desain yang tentunya dapat mempercantik area ruang sekaligus.



3. Memasak apapun secara praktis

Salah satu hal yang menjadi suatu perhatian dalam membangun rumah di dalam suatu kendaraan adalah dapur. Anda tidak dapat berharap untuk memiliki kitchen set lengkap atau kompor yang terlalu besar maupun tinggi. Kedua pasangan ini memilih untuk tetap mengutamakan fungsionalitas dalam dapur mereka. Walau berukuran kecil, dapurnya lengkap buat heavy cooking, seperti memanggang dan baking.



Baca juga: Solusi Rumah Kecil: Desain Ruang Makan & Dapur Jadi 1


4. Shower yang nyaman dan lightweight

Memiliki shower diatas sebuah mobil sesuatu yang sangat sulit untuk diwujudkan apalagi jika membuat shower yang ramah lingkungan. Shower menjadi suatu hal yang paling sulit untuk dibangun bagi kedua pasangan ini yang mengutamakan material bangunan non-toxic. Pada akhirnya mereka menemukan glass tiles berukuran 3 mm yang ramah lingkungan dan memiliki perekat lem yang berbahan alami.



5. Tenaga solar sebagai daya

Lampu, peralatan, dan perlengkapan elektronik menjadi perhatian terbesar bagi siapapun yang ingin memiliki rumah on the road. Bagaimana sebenarnya cara untuk memiliki listrik pada sebuah mobil untuk berbagai banyak kebutuhan? Bagi Daniela dan Ales mereka menggunakan 270w solar panel dan 200Ah baterai lithium untuk memberi daya pada rumah mereka.



Selama mobil sedang dikemudikan baterai akan dicas pada alternator. Semua juga tergantung pada watt lampu, kipas, dan kulkas yang digunakan agar dapat seefisien mungkin.


Dilansir dari: Apartment Therapy
Sumber teaser dan foto: Frame Chasers
Teks oleh: Annika Fathma