Perkembangan bentuk bangunan memang tidak akan pernah berhenti. Seiring dengan ditemukannya material-material baru seperti besi sebagai bahan utama, metode-metode konstruksi juga terus berkembang, salah satunya kantilever.


Kantilever merupakan metode konstruksi yang menampilkan struktur balok tanpa menggunakan penyangga seperti kolom. Metode tersebut dapat memberikan ruangan kosong di bawah akibat tiadanya struktur penyangga. Umumnya metode ini banyak digunakan dalam struktur jembatan, namun sekarang digunakan dalam hunian tempat tinggal.






Dezeen


Kantilever ini sudah digunakan dari sejak lama oleh para tukang kayu di Tiongkok untuk membuat konstruksi atap pada aula besar, ruang rapat, dan tempat pengadilan.


Baca juga: Bingung Memilih Lantai Rumah? Ketahui 7 Tipe Lantai Ini



ArMS Architecture / Muhammad Sagitha


Mereka merangkai setiap potongan kayu dengan sambungan, lalu meletakkan balok di atasnya dengan seimbang untuk membuat struktur seakan melayang. Sehingga balok tersebut menjorok keluar dan menopang balok lainnya sampai ke atas.


Kelebihan Struktur Kantilever


1. Jika diaplikasikan pada bagian depan bangunan, dia dapat melindungi akses masuk pada bangunan sebagai pengganti kanopi, juga dapat melindungi kendaraan pada carport.
2. Sistem kantilever juga dapat diaplikasikan pada lokasi-lokasi yang curam. Alhasil, sebuah bangunan dapat berintegrasi dengan alam di sekitarnya.
3. Kantilever juga dapat diaplikasikan pada elemen interior. Kursi yang menerapkan sistem kantileveer dapat membuat ruangan menjadi stylish dan memliki kesan fun.
4. Kantilever yang diaplikasikan pada struktur ruang seperti tangga dapat memaksimalkan ruang terbatas dan menambah kesan lapang dan minimalis.
5. Kantilever menjadi metode yang pernah digunakan oleh arsitek Frank Lloyd Wright pada karyanya yakni Fallingwater House. Penerapan tersebut sebagai bentuk integrasi bangunan dengan alam, sehingga tercipta efek dramatis air terjun yang seolah mengalir dari dalam rumah.


Di Indonesia hunian dengan sistem kantilever digunakan oleh Revano Satria pada karyanya, The Twist & Shout. Kantilever ia pilih untuk memaksimalkan bentuk pada site di lokasi pembangunan.




Baca juga: Yuk Simak 3 Perbedaan Pernis Kayu dan Plitur!



MSSM Associates / Sonny Sandjaya


Sebelum memutuskan untuk menggunakan kantilever, sebaiknya mengetahui lokasi dan memahami karakteristik tanah terlebih dahulu. Hal ini cukup krusial karena bila tidak, tentu akan membahayakan penghuni di dalamnya.




Dengan struktur yang hanya ditumpu oleh satu sisi saja, maka diperlukan perhitungan cermat dan akurat agar bangunan tetap berdiri dengan kokoh dan kuat. Selain itu, pemilihan material yang ringan dapat mengurangi beban penyangga sehingga mengurangi risiko pelengkungan dan ambruk.




Penggunaan kaca pada bagian flooring juga dapat digunakan juga untuk melihat pemandangan pada bagian bawahnya.  

 

Artikel: Stefani Cindy (Mahasiswa Universitas Kristen Petra)
Foto & Teaser: Dezeen