Berdiri di pesisir Coromandel, Selandia Baru mengekspos rumah ini kepada perpaduan alam sekitar, pemandangan pantai pada pesisir dan perbukitan di sebelah selatan. Lokasi ideal untuk berlibur, penghuni menginginkan desain sederhana yang tersampir rendah dan bertingkat satu pada rumah berlibur mereka.






Ken Crosson dari Crosson Architects, firma arsitektur asal Selandia Baru mengaktualkan permintaan tersebut hanya saja dengan visi yang lebih luas, menyatukan kultur dan modernitas dengan konsep 3 bangunan.



Bertajuk, Light Mine, eksterior pada rumah ini terinspirasi dari sejarah pertambangan emas kota Coromandel sendiri. Memiliki wujud sebuah poros tambang terbalik yang membentang ke langit melainkan ke bawah tanah pada atap bangunan menghempaskan kesan bulky pada fasad rumah. 



Light mine yang terdapat pada bangunan merupakan relung langit-langit yang dalam yang mengundang cahaya alami ke rumah dan membuat area dalam rumah terasa selesa. Poros pada bangunan pun dibangun dengan ketinggian dan ukuran yang berbeda sehingga menciptakan lanskap yang spasial dan berkarakter.





Posisi setiap “tambang” menandakan fungsi area yang terdapat persis di bawahnya sehingga area living, dining, dan resting memiliki mine shaft tersendiri.



Konsep ini diwujudkan agar pembukaan kaca pada langit-langit terbuka tepat diatas area esensial pada rumah, meluaskan area ruang keluarga sepanjang hari dan memberikan pemandangan langit yang memukau di ruang tidur pada malam hari.




Memiliki konsep 3 bangunan juga memberikan sebuah pengalaman menakjubkan yang dilalui penghuni di setiap waktu. Walaupun terpisah, setiap bangunan memiliki window sliding doors yang menghubungkan satu sama lain dan jendela yang duduk rendah dan ditinggikan; menjahit sebuah pengalaman pada setiap sisi rumah yang membingkai sebuah pemandangan panorama menakjubkan.




Dilansir dari: Homes to Love
Sumber teaser: dok. Altherm / Homes to Love
Teks oleh: Annika Fathma