Di tengah kota Merida, ibu kota dari Yukatan yang panas, penggunaan AC atau pendingin ruangan merupakan kebutuhan primer bagi penduduk kota.


Meski panas, biro arsitek yang berbasis di Meksiko, Ludwig Godefroy Architecture mencoba keluar dari kebiasaan.







Proyek terbaru mereka, Casa Merida menampilkan hunian yang menggunakan prinsip passive solar design agar hunian bisa dingin secara alami.


Baca juga: Tren Sepanjang Masa: Motif Teraso yang Bisa Dibawa


Tidak hanya itu, hunian berkonsep sustainable baik dari penggunaan energi dan desain ini juga terinspirasi dari arsitektur bangsa Maya berusia 1 milenium atau lebih dari 1000 tahun.




Dibuat menggunakan beton, Casa Merida terdiri dari rangkaian massa bangunan dengan total panjang 80 meter dan lebar 8 meter.






Hunian berbentuk lurus ini dibuat menggunakan konsep sirkulasi udara tradisional dari Suku Maya bernama sacbe. Istilah tersebut bisa diartikan sebagai 'jalan putih' berupa jalur setapak yang diselimuti batu limestone putih.


Baca juga: Rumah Di Jepang Ini Dirancang Hampir Tanpa Sekat


Semua bagian di dalam hunian memiliki akses terbuka ke area luar menggunakan pintu louver kayu. Akses tersebut membuat hawa dingin dari luar, cahaya natural, dan pemandangan taman hijau membaur di seluruh bagian hunian.




Hubungan indoor-outdoor itu yang menjadi desain kunci dari hunian ini. Lalu untuk menciptakan suasana yang lebih tenang, area komunal seperti ruang keluarga, dapur, dan kolam renang ditempatkan di sisi paling ujung.




Sang arsitek juga menyediakan sistem penampungan air hujan untuk meningkatkan keindahan hunian. Ia juga menggunakan biodigester untuk menampung air kotor yang akan mengairi taman. Kehadiran panel surya sebagai sumber listrik lalu melengkapi konsep hunian sustainable ini.


Sumber: Inhabitat
Foto & Teaser: Rory Gardiner via Ludwig Godefroy Architecture