Di masa yang serba canggih ini, lampu tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan penerangan saja. Seiring berkembangnya teknologi dan kreatifitas, kini lampu menyajikan fungsi yang jauh lebih luas dan lebih masif.

Lampu yang dahulu hanya berfungsi menambah penerangan, kini memiliki kontribusi yang cukup besar untuk meningkatkan well-being dan productivity.





CASA Indonesia dan Signify Hadirkan Gathering Desainer


Dalam rangka menjaga hubungan yang baik dengan para kerabat arsitek dan desainer, CASA Indonesia dan Signify bertemu kembali untuk menghadirkan acara gathering yang mengundang sejumlah arsitek, desainer interior dan desainer lighting.

Acara yang digelar secara virtual ini mengusung tema light-up commercial space with Philips, sustainable lighting solutions for leading designers and consultants.


CASA Indonesia dan Signify Hadirkan Gathering Desainer


Berlangsung pada 5 Mei 2021, CASA Indonesia dan Signify berharap agar acara ini dapat mendatangkan ilmu dan wawasan baru untuk memperkaya kreatifitas dan ide dari para tamu undangan.


Baca juga, Signify Segera Hentikan Produksi Plastik Dalam Kemasan


Sebagai perwakilan dari Signify, Putri Dwimirnani selaku Lighting Specialist Signify menjelaskan pentingnya pencahayaan dari lampu untuk proyek arsitektur dan desain.


CASA Indonesia dan Signify Hadirkan Gathering Desainer


Salah satu yang dibahas antara lain adalah pentingnya memilih pencahayaan lampu yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Hal ini perlu untuk dilakukan dalam rangka memperkuat konsep dan karakter dari sebuah desain.

Tidak hanya membahas mengenai teknologi yang dimiliki Signify, pada acara gathering ini, para tamu undangan juga diberikan kesempatan untuk bercerita.




CASA Indonesia dan Signify Hadirkan Gathering Desainer


Baca juga, Bisa dicustom! Lampu 3D Printing Pertama di Indonesia


Tamu undangan yang terpilih dapat bercerita mengenai pengalaman inspiratif yang mereka miliki di bidang pencahayaan selama berkarir dan berkarya.


Sumber teaser dan foto: CASA Indonesia & SIgnify
Teks oleh: Shabrina P. Nisakara