Memilih Bali sebagai destinasi utama untuk melepas penat memang selalu menjadi prioritas. Ada beberapa pilihan gaya liburan saat menyambangi pulau dengan sejuta pesona ini. Mencari kesejukan alam di dataran tinggi seperti Ubud atau Kintamani hingga mengejar lumba-lumba di Pantai Amed di utara pulau semuanya tergantung pada keinginan. Eksotisme paras budaya dengan sensasi iklim tropis khas Pulau Dewata selalu menjadi daya tarik bagi siapapun yang mencari penyegaran jiwa dan pikiran.

Pelesir CASA Indonesia ke Bali beberapa waktu singgah di sisi tenggara yaitu kawasan Nusa Dua. Kali ini, The St. Regis Bali Resort menjadi tempat untuk meresapi keelokan alam pesisir Nusa Dua yang telah tersohor sebagai salah satu destinasi eksklusif di Bali. Sejak memasuki area gerbang, tampak rimbunan pepohonan dan tanaman rambat yang terinspirasi dari hutan hujan Indonesia dengan kekayaan vegetasinya. Menyusuri jalan setapak, CASA Indonesia sampai pada lobby utama yang menyiratkan bangunan tradisional Bali dengan bentuk atap tumpang.




King Cole Bar yang berada di sisi kiri area lobby

Arsitektur restoran Kayuputi yang dikelilingi swimming pool berukuran luas

Alunan rindik (alat musik tradisional dari bambu) seketika menjadi sambutan hangat sembari menikmati pemandangan kompleks resor dan Pantai Nusa Dua. Melalui lobby, pengunjung dapat mencicipi ragam kuliner dengan cita rasa internasional di Boneka Restaurant yang berada di sebelah kanan. Sementara itu, King Cole Bar Terrace di sisi kiri lobby patut disambangi untuk berkumpul bersama pasangan atau kolega saat sore hari sambil menyesapi kesegaran berbagai rekomendasi cocktails.

Area grand stairs merupakan salah satu sudut yang paling arsitektural di The St. Regis Bali Resort. Tangga tersebut merupakan jalur utama bagi tamu untuk memasuki kompleks resor yang mengadaptasi konsep “Nyegara Gunung”. Arsitek Bill Bensley, principal Bensley Design Studios terinspirasi konsep tradisional Bali yang menggambarkan kontur The St. Regis Bali Resort sebagai alur dari gunung menuju laut.

Interior kamar suite di The St. Regis Bali Resort

The Strand Villa, salah satu tipe vila paling premium yang berada di tepi pantai

Sebuah buggy telah menanti CASA Indonesia menuju kompleks vila di The St. Regis Bali Resort. Suasana layaknya pedesaan tradisional di Bali amat terasa dengan lansekap tropis yang didominasi pohon Jepun Bali. Selain suites, The St. Regis Bali Resort memiliki beberapa tipe vila yang baru saja diperbarui dengan menggaet ZDR Firm sebagai konsultan desain. Terdapat tipe The Strand Villa dengan akses langsung menuju pantai, One-bedroom dan Two-bedroom Lagoon Villa dengan gaya perkampungan nelayan di tepi salted water swimming pool, serta Gardenia Villa yang dikelilingi taman dan selalu menjadi favorit pasangan yang ingin berbulan madu.



Kalimat “Live exquisite” yang menjadi hashtag dalam media sosial The St. Regis Bali Resort, @stregisbali memang bukan sekadar ungkapan semata. Usai menikmati santap siang di Kayuputi yang menyajikan hidangan avant-garde, CASA Indonesia membenamkan diri di tepi pool cabana yang amat sensual dengan tirai-tirai putih bermandikan sinar mentari. Segelas Red Spicy, Dragon Fruit Cocktails kreasi bartender di Vista Bar yang merupakan beach bar di The St. Regis Bali Resort menemani CASA Indonesia bersantai sepanjang hari hingga petang menjelang.

Pool cabana, sudut paling menarik untuk bersantai menikmati hangatnya sinar mentari

Salted water swimming pool yang mengelilingi Lagoon Villas

Saat malam tiba, kuliner otentik Indonesia di Dulang Restaurant menjadi primadona ketika bersantap di The St. Regis Bali Resort. Seni kuliner Indonesia yang kaya akan rempah dan bahan dipresentasikan secara apik dan berkelas. Rangkaian pelesir relaksasi di The St. Regis Bali Resort hari itu berakhir manis dengan langit Nusa Dua yang bertabur bintang. Tak sabar menanti esok hari untuk memanjakan diri di Remede Spa, CASA Indonesia menutup hari dengan seuntai kalimat yang melukiskan gaya hidup ala The St. Regis Bali Resort, just live the moment!


Foto: dok. The St. Regis Bali Resort