Konsep masa depan merupakan urusan yang senantiasa menjadi prioritas sebuah keluarga. Penataan sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan primer dikelola sedemikian rupa hingga sanggup memberi topangan hidup sampai usia senja.

Kebutuhan papan sebagai urutan ketiga kebutuhan primer kini semakin dipandang sebagai salah satu kunci terciptanya pembinaan keluarga yang kuat; dalam kata lain memiliki ikatan kebahagiaan yang tinggi secara emosional. Terciptanya ikatan emosional dalam keluarga dinilai memiliki faktor penting bagi setiap anggota keluarga untuk menjalani kehidupan dengan menggenggam nilai-nilai kebaikan yang dibekali dari tempat ia berasal, yaitu rumah.

Konsepsi masa depan sebuah keluarga tertuang dalam sebuah bangunan empat lantai seluas 1000 meter persegi yang berlokasi di pesisir kota Jakarta. Desain memberi jawaban akan kebutuhan spasial satu keluarga yang terdiri dari empat orang; ayah, ibu, dan dua orang anak. Keseluruhan rancangan berafiliasi dengan keinginan penghuni tentang cara pandang hidupnya masing-masing namun tidak keluar dari satu benang merah yang sama.




Menilik dari fasad bangunan, tampak gaya arsitektur modern minimalis yang mengadaptasi banyak bukaan ruang serta langit-langit yang tinggi. Kondisi udara di bagian pesisir kota Jakarta yang cenderung hangat dengan kelembapan tinggi memang harus dicermati dalam menciptakan hunian sehat dan efisien. Memasuki area depan hunian, terdapat area garasi serta tangga untuk menggiring tamu yang berkunjung pada pintu utama.

Memasuki hunian dengan luasan tanah sebesar 465 meter persegi, area foyer menyambut dengan keramahan tersendiri berkat paras senada dari warna-warna alam yang melekat pada flooring marmer dan furnitur berwarna abu. Wilayah lantai satu hunian menjadi pusat area publik yang difungsikan sebagai tempat penghuni menyambut sanak saudara maupun kolega ketika bertandang. Kondisi langit-langit yang tinggi dan deretan jendela berukuran lebar memberi jawaban lugas atas terjaganya kesegaran udara sekaligus paparan cahaya alami dari luar.

Sebuah elevator berdinding kaca turut menjadi center point ketika memasuki area living room utama di lantai satu hunian dimana terdapat juga kamar tidur tamu dan kamar mandi publik. Ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan bar mini menyatu tanpa sekat sehingga menambah rasa lapang di dalam rumah. i.d.CORE yang menangani interior hunian beranjak pada prinsip hunian tropis dimana perputaran udara dan pencahayaan alami di dalam rumah harus menjadi prioritas bagi penghuni.

Dari arah bar mini, sebuah pintu berukuran lebar membawa pada beranda dan swimming pool dengan pagar tanaman khas tropis yang menyegarkan. Kondisi kontur hunian berundak memberi privasi optimal bagi penghuni berkat posisinya yang berada lebih tinggi dari jalan utama. Beralih ke lantai dua terdapat master bedroom dan kamar anak yang dipisahkan foyer berupa meja bundar berhiaskan pot bunga besar di depan elevator dan tangga. Ada dua rasa berbeda pada dua kamar tersebut yang disesuaikan dengan cita rasa penghuni.

Master bedroom mengakomodasi kebutuhan penghuni melalui ruang kerja dan tempat tidur yang menyatu tanpa sekat. Area walking closet dan kamar mandi utama menjadi penjeda menuju ruang teater kecil yang menghadap langsung ke area swimming pool dengan pemandangan sekitar. Ruang tidur anak yang berhadapan dengan master bedroom ditempati seorang remaja pria yang menginginkan tampilan modern pada kamarnya. Terdapat permainan garis dan volume pada dinding yang difungsikan sebagai rak penyimpanan, memanjang hingga area study room tanpa sekat yang menyatu dengan tempat tidur. Material kayu dan warna legam menyiratkan aura maskulin yang lugas terasa.

Area lantai ketiga pada hunian menjadi ruang untuk kamar tidur anak wanita, library, ruang kebugaran, serta rooftop deck untuk bersantai. Memasuki area kamar anak wanita terasa sentuhan modern kontemporer yang terkuak dari pemakaian dinding HPL dengan permukaan menyerupai beton ekspos. Teknik pemakaian dinding HPL tersebut berpadu secara elegan dengan lantai parquet kayu yang menciptakan nuansa hangat di dalam kamar. Sederet jendela di dua sisi kamar menyuguhkan pemandangan sekitar, menambah rasa lapang karena posisinya yang berada di lantai paling atas hunian.

Elevator yang teraplikasi di dalam hunian menghubungkan setiap lantai dari area lantai dasar hingga lantai empat. Keberadaan elevator tersebut merupakan keinginan penghuni sebagai bagian dari visi masa depannya untuk mempermudah akses setiap lantai tanpa merasa kelelahan. Menuruni hunian sampai ke lantai dasar maka akan sampai pada ruang garasi dan area servis yang luas. Pemanfaatan area servis yang luas ini ditengarai oleh i.d.CORE sebagai bagian yang cukup vital bagi sebuah rumah sebagai support system yang tidak boleh dikesampingkan begitu saja.

Gagasan rumah sebagai atap bagi sebuah keluarga untuk mengarungi masa depan dijawab tuntas dengan menggunakan bahasa desain yang tepat. Ketika fungsi dan estetika terjalin harmonis, maka rumah akan menjadi tempat pulang dan mengulang cerita hari yang manis.




Foto oleh Eddy Sofyan
Desain interior oleh i.d.CORE Interior Design + Build – Noviadi Salam, B. F. A dan Melville Hendra, S. T