Indonesia kembali berpartisipasi di ajang pameran terbesar dan tertua di dunia, yakni Venice Art Biennale. Sebelumnya, pada tahun 2017 Indonesia pun telah mengkuti gelaran ini dengan sukses dan menarik banyak perhatian.

Paviliun Indonesia kokoh berdiri berkat dukungan oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia) bersama Yayasan Design+Art Indonesia. Penyelenggaran paviliun ini merupakan upaya BEKRAF dalam memajukan salah satu sub sektor ekonomi kreatif, yaitu seni rupa.




Indonesia Hadir Kembali di Venice Art Biennale 2019


Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF menjelaskan bahwa paviliun ini merepresentasikan ciri khas bangsa, Bhineka Tunggal Ika dan Mengambil tema "Lost Verses: Akal Tak Sekali Datang, Runding Tak Sekali Tiba" untuk gelaran di tahun ini.


Indonesia Hadir Kembali di Venice Art Biennale 2019

Handiwirman Saputra / Syagini Ratna Wulan


Kalimat tersebut merupakan peribahasa asal Minang kemudian diadaptasi menjadi rangkaian instalasi karya seni.Setelah melalui proses kurasi yang lama oleh Asmujo Jono selaku kurator dan Yacobus Ari Respati sebagai ko-kurator, terpilihlah duo seniman Syagini Ratna Wulan dan Handiwirman Saputra.


Baca juga: Terpilih! Utusan Indonesia di Venice Art Biennale 2019




Karya Lost Verses ini berisi 5 komponen instalasi diantaranya sebagai berikut: Meja Runding, Buaian, Susunan Kabinet, Ruang Merokok dan Mesin Narasi. Kelimanya dapat disaksikan di Ruang 340, Isotto The Arsenale, yakni area pameran bekas gudang persenjataan tertua di Venesia.



karya Handiwirman Saputra/amaliawirjono



karya Syagini Ratna Wulan/amaliawirjono


Pemeran Venice Biennale 2019 ini terbuka untuk publik mulai 11 Mei hingga 24 November 2019. Dengan mengangkat tema besar "May You Live in Interesting Time". Menghadirkan ratusan karya apik dari berbagai negara di dunia.


Baca juga: Simak 7 Fakta Unik Sebelum ke Venice Art Biennale 2019!


Teks oleh: Aditya Krisna Widiyanto
Sumber foto: BEKRAF