Jika Anda sudah menetap di rumah pribadi untuk waktu yang cukup lama, merenovasi rumah adalah sebuah keniscayaan.


Kerusakan di sana-sini seperti cat tembok yang mulai mengelupas, kondisi ceiling yang bocor hingga keroposnya rangka rumah adalah sekian dari banyak alasan mengapa renovasi harus segera dilakukan.





Agar membuat proses renovasi Anda berjalan sempurna, tentu Anda harus mengatur budget renovasi rumah yang efektif dan efisien. Bagaimana caranya? Simak 6 tipsnya dari CASA Indonesia.


1. Ketahui luas bangunan rumah Anda



Mono Villa Phuket / Moloko Phuket Property


Sebelum memulai renovasi, Anda harus mengetahui secara detail luas bangunan Anda. Terlebih untuk renovasi besar, luas bangunan akan sangat krusial karena semakin besar bangunan Anda, semakin tinggi juga biaya renovasi yang dibutuhkan.


Untuk sistem borongan penuh di mana tukang dan material sudah disediakan, biaya rata-rata yang dibutuhkan adalah Rp3.500.000-Rp5.000.000/m2. Jika Anda ingin memperbesar luas rumah, biaya yang dibutuhkan bisa berbeda lagi.


2. Rencanakan renovasi rumah Anda dengan matang



New Age Luxury / Alvin Tjitrowirjo / Saniharto


Setelah mengetahui luas bangunan dan prakiraan kasar biaya renovasi yang akan dibutuhkan, kini saatnya Anda untuk mengatur skala prioritas komponen yang akan direnovasi.


Baca juga: Simak Inspirasi Rumah Mini Bergaya Modern dan Klasik


Urutkan dari hal yang paling penting dan segera, hingga yang sifatnya masih menjadi pelengkap. Dari segi biaya, perbaikan lantai, rangka ceiling, dan penjebolan dinding merupakan salah satu proses renovasi yang membutuhkan biaya relatif lebih tinggi.


3. Buat desain interior Anda sesederhana mungkin



Ere Studio Architects / Yudi D. Hertanto


Untuk Anda yang ingin merenovasi rumah dengan budget terbatas, sebaiknya hindari elemen-elemen interior nan detail yang membuat budget Anda membengkak.


Hindari menggunakan lantai mosaik dengan ukuran kecil untuk diaplikasikan di dalam kamar mandi karena lebih mahal, baik secara material atau pengerjaan.


Jika Anda memilih untuk menggunakan furnitur custom pada rumah Anda, hindari memberikan aksen desain yang detail seperti ornamen-ornamen ukiran kayu. Ornamen ukiran pada list gipsum juga sebaiknya dihindari karena memerlukan biaya cukup tinggi.




4. Gunakan jasa arsitek dan desainer interior



Estúdio BRA / Maira Acayaba


Meski menyewa jasa arsitek juga memerlukan biaya, namun kehadiran mereka memang sangat penting di dalam proses mengatur budget renovasi rumah.


Baca juga: Tips Membuat Rumah Playful dan Nyaman untuk Keluarga!


Anda tentu membutuhkan opini ahli mengenai renovasi rumah seperti apa yang Anda inginkan. Tidak hanya biaya, estetika dari rumah Anda tentu juga perlu diperhatikan.


Melalui jasa arsitek, Anda juga tidak perlu khawatir tentang harga material yang dibutuhkan untuk merenovasi karena para arsitek sudah lebih berpengalaman.


5. Gunakan aplikasi kalkulator renovasi rumah



AkzoNobel


Sebagai alternatif dan untuk memudahkan proses menghitung budget renovasi rumah, Anda juga bisa menggunakan aplikasi kalkulator renovasi rumah yang banyak tersedia di platform penyedia aplikasi.


Anda bisa menggunakan Hitung Material Rumah dari Maxc atau Mattreal yang bisa Anda unduh melalui Google Play.  


6.Selalu siap untuk biaya tidak terduga



Langsted dari Ikea


Setelah semua budget telah diatur dan direncanakan, proses renovasi bisa dimulai. Patut diingat jika biaya renovasi yang Anda rencanakan bisa saja meleset dari biaya aslinya.


Baca juga: Dijamin Bikin Romantis, Intip 7 Ide Rooftop Garden Ini


Mulai dari cuaca hingga faktor X, sebaiknya siapkan dana tidak terduga 10-20% dari total biaya yang telah Anda rencanakan sebelumnya.


Teaser: Ere Studio Architects / Yudi D. Hertanto