Ju-On: Origins, serial horror garapan Sho Miyake pada 3 Juli lalu sudah resmi mengudara di aplikasi layanan streaming Netflix.


Jika Anda merupakan penggemar horror, khususnya franchise legendaris Ju-On atau The Grudge, serial Ju-On: Origins ini menceritakan kisah nyata yang terjadi pada franchise The Grudge, dengan memfokuskan pada rumah terkutuk yang menjadi pusat cerita.





Melalui penelusuran CASA Indonesia, berikut kami berikan 5 fakta terkait rumah terkutuk di dalam serial Ju-On: Origins.


1. Dinamakan Saeki House




Meski serial Ju-On: Origins sendiri mengangkat latar kehidupan era 1980-1990an, kejadian menyeramkan di dalam rumah tersebut awalnya sudah terjadi sejak 1952.


Baca juga: Jadi Juara Oscars 2020, ini Penampakan Rumah Parasite!


Penghuni rumah pertama yakni Keluarga Saeki mengalami peristiwa tragis di mana sang ibu, Kayako yang dibunuh oleh suaminya sendiri menjadi arwah gentayangan dan mengganggu pemilik-pemilik rumah selanjutnya.


Hal tersebut membuat rumah itu terkutuk dan dikenal dengan sebutan Saeki House.


2. Terinspirasi dari berbagai macam kisah misteri di Jepang




Meski lokasi asli dari Saeki House tidak pernah diungkap atau ditemukan, cerita franchise Ju-On memang terinspirasi dari berbagai macam urban legend Jepang, salah satunya adalah Onryo.


Onryo atau "roh gentayangan" merujuk kepada arwah yang kembali turun ke dunia untuk menuntut balas atas peristiwa tragis yang menimpanya ketika masih hidup.


3. Rumahnya banyak bergonta-ganti pemilik






Dari rentang franchise Ju-On yang tayang di layar lebar hingga serial terbarunya Ju-On: Originals, Saeki House sudah ditempati oleh banyak keluarga.


Baca juga: Pecinta Desain, Ayo Tebak Lokasi di Film NKCTHI ini


Mulai dari Keluarga Saeki, Keluarga Odajima, Keluarga Murakami, hingga Keluarga Tokunaga, mayoritas dari keluarga tersebut ikut terkena kutukan Saeki dan mengalami nasib buruk.


4. Menyelipkan furnitur ikonis



Penampakan Stool E60 (berkaki empat) karya Alvar Aalto di dalam serial Ju-On: Origins / Netflix


Secara kasat mata, Saeki House memiliki tampilan selayaknya rumah-rumah suburban Jepang; dua lantai, halaman belakang yang cukup luas, dengan pintu geser yang langsung terhubung ke ruang keluarga.



Stool E60 karya Alvar Aalto / Artek


Meski terlihat biasa, rimbunnya tanaman rambat dan cat dinding yang mulai lapuk pada fasad membuat Saeki House terlihat menyeramkan.



Penampakan Series 7 Chair karya Arne Jacobsen di dalam serial Ju-On: Origins / Netflix


Menariknya, serial Ju-On: Origins yang membentangkan latar cerita dari 1950-1990an secara detail juga menampilkan interior yang berbeda tiap generasinya.



Series 7 Chair karya Arne Jacobsen / Fritz Hansen


Saat 1997 misalnya, keluarga baru yang menempati Saeki House menggunakan Stool E60 karya Alvar Aalto di dalam interior rumah mereka, juga dining chair yang menyerupai Series 7 Chair karya Arne Jacobsen.


Foto & Teaser: Netflix