Pada masa awal penyebaran virus corona di Eropa, Italia adalah negara pertama yang terdampak sebagai negara dengan tingkat kasus paling tinggi di Benua Biru tersebut. Milan merupakan pusat penyebaran paling besar yang tercatat dalam sejarah di Italia. Hampir 35.000 jiwa jadi korban dari ganasnya virus ini.


San Siro akan Difungsikan Jadi Monumen Corona di Milan




Untuk memperingati kejadian nahas tersebut, arsitek asal Italia berencana untuk menghadirkan monumen di atas landmark legendaris di kota Milan, yaitu Stadion San Siro. Merespons kabar dari stadion kebanggaan kota Milan yang akan diruntuhkan tersebut, Angelo Renna menawarkan proposal untuk lahan bekas tribun stadion yang dibongkar agar dapat ditanam sebanyak 35.000 pohon cemara sebagai simbol peringatan dari jiwa yang hilang.


Baca juga: Tiru Desain Rumah Aquarius Seperti Jennifer Aniston


San Siro akan Difungsikan Jadi Monumen Corona di Milan


Proposal rancangan dari Angelo Renna ini dibuat untuk mempreservasi struktur bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1926. Selain itu juga sebagai pengingat akan pandemi corona yang memakan banyak jiwa di kota tersebut. 




San Siro akan Difungsikan Jadi Monumen Corona di Milan


Pohon cemara dipilih untuk penggubahan San Siro ini tidak semata-mata hanya sebagai ornamen ruang terbuka hijau. Menurut budaya di kawasan Mediterania, pohon cemara merupakan sebuah simbol yang menggambarkan tempat yang sakral. Sebuah monumen tentang kehidupan seusai kematian. Sekaligus juga jadi habitat untuk hewan-hewan seperti burung hingga tupai. 


Baca juga: Hidup Sustainable, Lantai Kayu dari Bahan Tidak Biasa


San Siro akan Difungsikan Jadi Monumen Corona di Milan


Aspek akademik juga tersemat dalam rancangan baru San Siro yang ditawarkan oleh Angelo Renna. Pada bagian dalam struktur yang tersisa, nantinya akan dipersiapkan area untuk museum, atelier untuk pelajar dan peneliti, serta pusat penelitian.


Sumber foto: dok. Angelo Renna / Design Boom