Bagi arsitek serta desainer, membayangkan desain ruang yang mereka ciptakan terasa relatif mudah karena memang keahlian yang dimiliki serta lebih berpengalaman dari orang umumnya.

Namun, ini berbeda dengan klien. Tidak semua orang awam mampu membayangkan desain yang dipresentasikan arsitek atau desainer, meskipun telah dilengkapi dengan gambar tiga dimensi dengan hasil render yang mutakhir. Lebih tepatnya, mereka sulit mengandai-andai bentuk asli saat desain ini direalisasikan.






Baca juga, 12 Daftar Pertanyaan untuk Arsitek saat Membangun Rumah


Isu inilah yang memicu Ron Lyndon dalam menciptakan Walkable Plans yang berlokasi di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Inisiasi ini berupa ruang kosong yang dilengkapi teknologi proyeksi yang membantu untuk memproyeksikan denah ruang dalam perbandingan 1:1 atau berskala dengan ukuran asli. Denah yang bisa ditampilkan berukuran hingga 15 x 21 meter.


Arsitek Jadi Gampang Presentasi ke Klien Saat Pakai Ini / Walkable Plans 1

Arsitek Jadi Gampang Presentasi ke Klien Saat Pakai Ini / Walkable Plans 2

Arsitek Jadi Gampang Presentasi ke Klien Saat Pakai Ini / Walkable Plans 3


Pengguna baik dari profesional ataupun pemilik rumah yang ingin merenovasi rumahnya cukup menyediakan gambar berupa PDF beberapa hari sebelum berkunjung ke tempat ini. Tak luput pula fasilitas furnitur standar untuk membantu pengguna dalam membayangkan denah rumah yang ditampilkan.







Baca juga, 14 Hal yang Harus Ditanyakan ke Desainer Interior Rumah


Dalam perencanannya, inisiasi ini ditujukan tak hanya untuk proyek residensial, namun juga proyek komersial hingga lanskap. Diharapkan dengan teknologi yang tersedia di Walkable Plans, membantu klien arsitek dalam memutuskan desain yang akan diterapkan sebelum mulai proses konstruksi nantinya.


Arsitek Jadi Gampang Presentasi ke Klien Saat Pakai Ini / Walkable Plans 4


Baca juga, 14 Pertanyaan Wajib ke Kontraktor saat Membangun Rumah


Sumber foto: Walkable Plans