Tanah adalah komoditi yang harganya akan terus naik. Di tengah makin mahalnya harga tanah dan kebutuhan akan tempat tinggal yang layak, rumah compact atau rumah dengan lahan terbatas kini menjadi pilihan.






Twin House karya Delution yang memenangkan banyak penghargaan / Dok. Fernando Gomulya


CASA Indonesia lalu berbincang dengan Resi Harimurti, Design Manager & High Representative Delution, biro arsitek yang sudah berpengalaman merancang rumah berkonsep compact living dan mendapatkan banyak penghargaan arsitektur.


Baca juga: Linaya, Hunian Compact Baru Dari Delution


Di dalam acara bertajuk Inside the Studio: Tips Membangun Hunian Compact Living bersama Delution, Resi mengungkapkan jika rumah compact terbagi ke dalam dua penyesuaian, yakni ruang dan furnitur.



Interior dari proyek hunian terbaru Delution, Linaya / Dok. Delution




Jika rumah pada umumnya memisahkan ruang antara dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan ruang tamu, rumah compact menyederhanakannya dengan menghapus ruang-ruang yang tidak efektif dan menggabungkan ruang seperti dapur, ruang makan, dan ruang keluarga.



Flick House karya Delution / Dok. Delution


Selain itu, Resi juga menyebutkan penggunaan furnitur harus dibuat seefektif mungkin dengan memilih furnitur multifungsi seperti tempat duduk yang juga bisa menjadi lemari penyimpanan.


Penasaran dengan perbincangan lengkap CASA Indonesia dengan Resi Harimurti, yuk simak wawancara lengkapnya melalui video YouTube di bawah ini.