Ketika Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno meresmikan Hotel Indonesia pada 5 Agustus 1962, ia ingin hotel tersebut menjadi ikon yang menampilkan kepribadian Nusantara.


Dari sana, Hotel yang sejak 2009 dikelola oleh grup Kempinski tersebut menjadi wadah membaurnya ragam budaya melalui kehadiran karya-karya dan pentas kesenian lokal yang mendunia. Tidak hanya melalui ekspresi seni, kepribadian Indonesia juga dihadirkan melalui restoran legendaris dari Hotel Indonesia Kempinski, yakni Signatures Restaurant.







Di hadapan lorong pembuka Signatures Restaurant, pengunjung langsung disuguhkan dengan kreasi wallpanel bermotif kain patola yang terbuat dari engineered teak wood.


Meski berasal dari Gujarat, India, kain patola telah lama digunakan masyarakat lokal Indonesia dalam berbagai jenis kriya rajutan mereka. Hal itulah yang membuat kain bernilai tinggi ini menjadi elemen desain utama yang menggurat sebagian besar interior restoran.




Menggandeng Agam Riadi selaku desainer interior Signatures Restaurant, beberapa modifikasi besar pun ia lakukan. Konsep open kitchen diaplikasikan guna menyuguhkan kenikmatan visual bagi pengunjung yang datang.


Baca juga: Tempat Nongkrong Baru di Tengah Pandemi? Cek di Sini!


Area utama yang dahulu tampil penuh sekat kini dibiarkan terbuka untuk kesan lebih lapang. Dari atas, cahaya matahari melalui glass ceiling setinggi tujuh meter mengguyur island buffet bermahkotakan wadah tembaga dan tanaman kadaka yang mengembang elegan.






Sebagai penutup, sisi-sisi interior berlanggam urban tropis itu menjadi tempat dipamerkannya koleksi bersejarah Hotel Indonesia. Mulai pigura foto hingga kerajinan gerabah terpampang manis di atas custom cabinet MDP dengan veneer bercorak walnut.




Dengan total 304 tempat duduk di area utama dan ruangan VIP, pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Nusantara seperti Nasi Gandul, Selat Solo, dan Bubur Ayam HI yang legendaris.


Baca juga: Kangen Travelling? Ini Tempat Liburan Wajib Dikunjungi




Tidak hanya dari Indonesia, sajian khas peranakan turut ditampilkan melalui station mi lamian yang menawarkan atraksi hand-pulled noodles dan variasi topping seperti beef bolognaise, chicken mushroom, duck mushroom, bok choy, dan corn chips yang bisa dipilih sesuai selera.


Foto & Teaser: Dok. Hotel Indonesia Kempinski