Saat mendengar kata vintage, sangat umum terbesit bayangan akan kenangan masa lalu. Entah rocking armchair berbahan rotan yang membangkitkan ingatan tentang rumah orang tua di desa, atau poster otomotif 80-an yang membangkitkan gelora masa muda, setiap hal akan menjadi penting berkat nilai-nilai yang ditanamkan pemiliknya.


Mengusung tema Vintage Esotico, sampul CASA Indonesia kali ini terasa begitu spesial karena berkolaborasi dengan Arkiv Vilmansa, arsitek juga seniman yang selalu menghadirkan nilai-nilai penting di dalam karyanya.





"Agora" (2013), lukisan akrilik di medium kanvas 120x150cm / Dok. Arkiv Vilmansa


Arkiv awalnya mengenyam pendidikan arsitek di Universitas Parahyangan. Kini dia lebih dikenal sebagai seorang seniman dan toy designer.


Baca juga: Jelajahi Kenangan Masa Kecil Bersama Arkiv Vilmansa


Dalam pameran tunggal pertamanya, Childhood Memories: The Invisible Chapter (2018), koleksi lukisan dripping technique penuh warna yang ia kerjakan bersama sang anak mampu menggali kembali ingatannya semasa kecil.



"ARR No.4" (2018) / Dok. Arkiv Vilmansa


Arkiv juga pernah berkolaborasi dengan Ikea dalam Ikea Art Event 2018. Ketika itu karyanya bertajuk Hira, crystal figurine yang menjadi koleksi terbatas Ikea terinspirasi dari karakter favoritnya sewaktu kecil, Mickey Mouse oleh Walt Disney.







Arkiv kini sedang menyiapkan proyek life size figure, kolaborasinya dengan Museum of Toys. Namun akibat pandemi COVID-19, proyek tersebut harus ditunda. Dia juga merencanakan pameran tunggalnya di Cans Gallery pada Oktober 2020. Pameran tersebut menjadi spesial karena bertepatan dengan peringatan 10 tahun Arkiv berkarya.


Baca juga: Limited Edition Ikea Art Event 2018 dari Arkiv Vilmansa


Kala diminta mendesain sampul untuk CASA Indonesia, Arkiv mengaku senang dan bangga. Meski ini merupakan pengalaman pertama, ia tetap mengerahkan kemampuannya untuk membuat karya tersebut sempurna. Oleh Arkiv, tema Vintage Esotico diinterpretasikan sebagai bentuk keseimbangan dalam visual, baik secara komponen juga warna.



"4115RA11" (2016), lukisan akrilik di medium kanvas 70x90cm / Dok. Arkiv Vilmansa


Maka melalui karya yang ia beri nama "Kontemplasi" ini, hadir keseimbangan visual melalui paduan gradasi warna-warna khas vintage yang lebih flat dan less-saturated. Paduan warna tersebut lalu ia kombinasikan dengan teknik kontur yang ia pelajari selama menjadi arsitek.



Lukisan "Kontemplasi" karya Arkiv Vilmansa, eksklusif untuk majalah CASA Indonesia edisi II/2020 / Dok. Arkiv Vilmansa


Alih-alih menggambarkan tingkat elevasi dan kedalaman pada suatu bidang datar, Arkiv menggunakan kontur untuk menceritakan proses perubahan warna vintage yang gradual.


"Konsep kehidupan yang ada pada diri saya sebagai manusia dan juga penuh liku. Karya ini menegaskan bahwa konsep kehidupan memiliki cerita yang menyenangkan. Semua akan indah pada warnanya," tutup Arkiv.




Sumber: Dok. Arkiv Vilmansa