Rumah mewah tidak selalu diasosiasikan dengan lahan yang luas. Di lahan 150 meter persegi yang tidak terlalu luas pun, nuansa mewah ternyata tetap bisa ditampilkan.


Oleh Frans Tamasoleng, founder Tamatama Design Associates, studio desain interior yang berbasis di Jakarta, rumah seluas 209 meter persegi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta ia sulap menjadi rumah bernuansa mewah selayaknya hotel.







Lalu, hal-hal apa saja yang ia lakukan untuk membuat tampilan rumah tersebut terlihat mewah? Berikut inspirasi eksklusif yang didapatkan CASA Indonesia.


Mengusung tema Timeless Elegance




Agar rumah dapat terasa nyaman, Frans mengusung tema Timeless Elegance di mana perpaduan warna-warna halus nan natural dengan aksen kayu dan emas menjadi elemen utama yang terdapat pada interior hunian.


Baca juga: Tips Ubah Sudut Rumah Minimalis Jadi Lebih Fungsional


Frans banyak terinspirasi oleh motif tradisional Indonesia seperti batik, kerajinan kuningan, hingga ukiran kayu solid yang ia terapkan pada dekorasi sehingga rumah tidak hanya terlihat mewah, tetapi juga tidak kaku dan tetap otentik.


Ciptakan ambience untuk kenyamanan






Klien Frans adalah seorang pengusaha yang sering bepergian ke luar kota. Karena itu, klien akan sangat menghargai waktu bersantainya ketika di rumah. Hal tersebut tentu membuat kenyamanan menjadi prioritas.


Bersama keluarganya, klien senang menghabiskan waktu di ruang keluarga yang terhubung langsung dengan ruang makan. Agar waktu bersantai klien dan keluarganya dapat maksimal, Frans lalu menyematkan ambience elegan pada interiornya.


Baca juga: Temukan 10 Inspirasi Desain Rumah di Lahan Terbatas Ini


Pada ruang makan, Frans mengaplikasikan marmer Palissandro Classico dengan backdrop kulit yang dibingkai dengan kayu veneer walnut. Di seberangnya, panel CNC bermotif batik parang rusak berwarna emas terlihat kontras dan menguarkan napas modern.


Personal experience turut penting menciptakan kenyamanan




Tidak hanya ambience, personal experience atau pengalaman pribadi menurut Frans juga memiliki andil dalam menciptakan kenyamanan.


Pengalaman pribadi yang menurutnya penting ialah sensasi sentuhan, wewangian, dan suara yang turut mendukung ambience visual pada interior rumah.


Untuk menciptakan hal tersebut, Frans mengekplor penggunaan kain-kain dengan tekstur beragam, lalu pengaplikasian aroma therapy dan sound system yang mengalunkan musik-musik jazz yang membuat rileks.


Desain interior oleh Tamatama Design Associates
Foto & teaser: Pandji Adidjojo - Fotoperspektif