Bunga matahari merupakan bunga yang berasal dari Amerika. Di Amerika Utara, bunga ini menjadi hasil budidaya andalan karena sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar minyak, pewarna makanan hingga makanan.

Sebagai bunga yang membutuhkan banyak sinar matahari, bunga matahari memiliki keistimewaan karena memiliki sifat heliotropis atau mengikuti gerak matahari. Hal ini yang mengakibatkan bunga matahari dapat menghadap ke arah yang berubah-ubah.

Di pagi hari, kuncup bunga matahari dan bunga matahari yang berusia muda akan menghadap ke Timur dan berubah mengarah ke Barat saat matahari tenggelam. Berbeda dengan bunga matahari yang masih muda, bunga matahari yang sudah dewasa cenderung hanya akan menghadap ke Timur karena berat dari bunganya yang sudah semakin bertambah.





Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

almanac.com


Bunga ini memiliki kelopak berwarna kuning cerah yang cantik, setiap kelopak pada bunga matahari ini terdiri dari ribuan bunga yang berukuran kecil. Dilihat dari tingginya, bunga matahari dapat tumbuh mencapai ukuran 40 - 100 cm apabila dirawat dan dipelihara dengan baik.

Ukuran bunga yang besar, warnanya yang menyala dan wujudnya yang menawan menjadikan bunga matahari menarik banyak perhatian. Hal ini membuat banyak orang ingin memiliki bunga matahari untuk dijadikan hiasan di taman rumah.

Jika Anda penasaran dan tertarik ingin memelihara bunga matahari di rumah, CASA Indonesia telah merangkum cara menanam dan merawat bunga matahari secara lengkap untuk membantu Anda, sebagai berikut.


Cara Menanam Bunga Matahari

1. Pilih media tanam yang tepat

Bunga matahari sebenarnya dapat tumbuh di tanah apa saja dan di mana saja. Walaupun demikian, bunga ini akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik apabila ditanam di tanah yang memiliki tingkat keasaman tertentu.

Bunga matahari sendiri merupakan tanaman yang akan tumbuh dengan lebih baik dan lebih subur di tanah yang memiliki tingkat pH yang mendekati netral, yaitu dengan tingkat pH 6-7,5.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

menokenfarm.com


Pemilihan tanah dengan pH yang tepat juga akan membantu mencegah bunga matahari menjadi cepat rusak karena tanah dengan tingkat pH yang mendekati netral cenderung kaya akan nutrisi.

Apabila tanah yang Anda gunakan tidak memiliki tingkat keasaman yang cukup sesuai, Anda dapat memanfaatkan pupuk untuk menambahkan nutrisi pada tanah.


2. Tanam bunga matahari di tempat yang tepat

Mungkin Anda bertanya-tanya, lebih baik untuk menanam bunga matahari di dalam pot atau langsung di lahan terbuka ya? Jawabannya, Anda dapat menanam bunga matahari di kedua tempat tersebut.

Tips dari CASA Indonesia, apabila Anda ingin menanam bunga matahari di dalam pot, Anda tetap harus memindahkannya ke lahan terbuka sesaat bunga matahari mulai tumbuh menjadi bunga dewasa.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

theobserver.ca


Mengapa demikian? Hal ini perlu diperhatikan karena akar dari bunga matahari yang sudah dewasa cenderung membutuhkan ruang yang lebih luas untuk dapat tumbuh dengan subur.

Perlu juga untuk diperhatikan, saat Anda menanam benih bunga matahari di pot atau di wadah, berikanlah lubang pada pot/wadah yang Anda gunakan untuk memberikan rongga-rongga sirkulasi.


3. Siapkan lubang dan tanam benih

Setelah menentukan pemakaian media dan tempat penanaman, waktunya untuk mulai menyiapkan lubang untuk menanam pada tanah yang telah dipilih.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

paktanidigital.com


Gali tanah dengan dalam setidaknya setengah hingga satu meter. Ukuran ini diperlukan agar nantinya akar bunga matahari dapat tumbuh dengan posisi yang rentang.

Kemudian, letakkan benih bunga matahari di dalam lubang tersebut dan tutup kembali dengan sedikit tanah.


4. Berikan pupuk pilihan

Untuk membantu pertumbuhan tanaman, tambahkan sedikit pupuk pada tanah. Pupuk akan bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan pertumbuhan akar bunga matahari.

Pastikan untuk tidak memberikan terlalu banyak pupuk apabila tanah yang Anda gunakan sudah cukup sehat dan bernutrisi.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

ugaoo.com


Hal ini perlu diperhatikan karena memberikan pupuk dengan jumlah yang terlalu banyak pada tanah yang sudah sehat justru akan menghasilkan terlalu banyak kadar nitrogen dan menghambat pertumbuhan bunga matahari.

Kerusakan lain pada bunga matahari juga dapat timbul apabila Anda menambahkan terlalu banyak pupuk pada tanah, seperti batang tanaman yang patah atau bunga yang terlambat mekar.


Cara Merawat Bunga Matahari

Setelah berhasil menanam bunga matahari, langkah yang tidak kalah penting adalah merawatnya. Perawatan yang diperlukan bunga matahari cenderung sederhana dan tidak begitu rumit. Walaupun begitu, perawatan bunga matahari tetap tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Berikut cara merawat bunga matahari agar dapat tetap tumbuh dengan baik dan subur.


Baca juga, Simak Cara Mudah Menanam Tanaman Keladi


1. Perhatikan kebutuhan sinar matahari

Setiap tanaman dan tumbuhan memiliki kebutuhan jumlah sinar matahari yang berbeda-beda. Bunga matahari sendiri merupakan tanaman yang sangat menyukai sinar matahari dan cenderung membutuhkan sinar matahari yang cukup banyak.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

farming.org.ua


Setiap harinya, bunga matahari membutuhkan setidaknya 6 hingga 8 jam siraman sinar matahari. Apabila bunga dalam menerima sinar matahari lebih banyak, maka pertumbuhan bunga akan semakin maksimal.


2. Tempat menanam bunga matahari yang sesuai

Untuk bunga matahari dapat tumbuh dan hidup yang baik dan subur, bunga matahari harus ditanam di tempat yang memenuhi kebutuhannya.

Karena kebutuhan sinar matahari bunga ini cukup banyak, pastikan bahwa Anda menanam bunga matahari di lahan yang menerima banyak sinar matahari.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

dobies.co.uk


Anda juga perlu untuk memastikan bahwa tempat tumbuhnya bunga matahari tidak ada banyak angin. Mengapa ini penting? Hal ini perlu diperlihatkan karena angin yang terlalu kencang ditakutkan dapat mematahkan batang dari bunga matahari.

Selain itu, perlu juga untuk menanam bunga matahari di lokasi yang memiliki drainase yang baik. Hal ini penting agar bunga matahari dapat menyerap lebih banyak air dan akarnya dapat tumbuh dengan panjang dan leluasa.


3. Hindari bunga matahari dari hama dan serangga

Bunga matahari termasuk bunga yang digemari oleh hama. Beberapa hama dan serangga yang sering menyerang bunga matahari antara lain adalah kepik hijau yang gemar menyerang biji dari bunga matahari.

Selanjutnya ada hama wereng yang lebih sering menyerang daun serta bunga dari bunga matahari. Ada juga beberapa hama lainnya seperti ulat bulu dan belalang. Karena hal ini, Anda perlu untuk memantaunya dari waktu ke waktu.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

mitalom.com


Tips dari CASA Indonesia, Anda dapat menanam tanaman pengusir hama di sekitar bunga matahari, seperti tanaman marigold, tanaman krisan, rumput serai atau daun mint.

Selain itu, Anda juga dapat menyemprotkan cairan anti hama pada bunga matahari untuk mencegah datangnya hama.


4. Lindungi dengan pagar

Untuk memaksimalkan perlindungan pada bunga matahari, Anda juga dapat memasang pagar di sekitar area penanam. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan lain yang tidak terduga, seperti kerusakan akibat hewan.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

visitraleigh.com


Baca juga, Cara Menanam dan Merawat Bonsai Beringin yang Baik


5. Siram bunga matahari dengan rutin

Bunga matahari sebenarnya merupakan tanaman yang tahan panas dan tahan kering. Namun, bunga ini tetap membutuhkan penyiraman yang cukup sering untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

marthastewart.com


Bibit atau benih bunga matahari yang baru ditanam perlu disiram setiap hari agar tanah terus lembab. Untuk bunga matahari yang sudah dewasa, Anda hanya perlu untuk menyiramnya seminggu sekali.

Pastikan bunga matahari terus terhidrasi untuk mendorong pertumbuhannya. Walaupun begitu, perlu untuk diperhatikan agar penyiraman yang dilakukan tidak terlalu banyak dan malah merendam tanaman.


6. Jarak penanaman bunga harus diperhatikan

Saat ingin menanam bunga matahari, Anda perlu untuk memperhatikan jarak penanamannya. Apabila bunga matahari ditanam terlalu dekat antara satu dengan lain maka bunga matahari akan tumbuh dengan kurang baik karena ruang pergerakan yang tidak leluasa atau sempit.

Beri ruang dan jarak sekitar 15 cm antara satu benih dengan benih lainnya saat menanam.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

gardenerspath.com


Jarak ini juga bermanfaat bagi tanaman karena mereka tidak perlu untuk bersaing atau saling berebut untuk mencari zat hara, pupuk dan makanan lain yang dikonsumsinya.

Tidak hanya karena itu, bunga matahari yang sudah dewasa juga memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga membutuhkan ruang yang cukup untuk tumbuh dengan maksimal dan tidak menabrak atau terlalu berdempetan dengan bunga yang lain.


7. Manfaatkan pupuk untuk menambah nutrisi tanah

Apabila tanah yang Anda gunakan untuk menanam bunga matahari tidak memiliki nutrisi yang cukup secara alami, Anda dapat memanfaatkan pupuk untuk menambah dan memaksimalkan nutrisi yang diterima dan dikonsumsi oleh bunga matahari.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

masterclass.com


Anda perlu memperhatikan hal ini karena menanam bunga matahari di tanah yang tidak ternutrisi dapat menunda dan menghambat pertumbuhan dari bunga matahari yang ditanam.


8. Perhatikan warna daun

Apabila daun dari tanaman bunga matahari Anda mulai berubah menjadi kuning, itu pertanda bahwa daun telah diserang jamur. Segeralah tangani masalah ini sebelum berubah menjadi semakin parah.


Lengkap! Cara Menanam dan Merawat Bunga Matahari CASA Indonesia

bendbulletin.com


Anda dapat menangani masalah ini dengan memotong daun yang sudah menguning tapi dan berikan fungisida.


Sumber teaser: klook.com
Teks oleh: Shabrina P. Nisakara